Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Barghouti: Intifadah ke-3 Dimulai, Mahmud Abbas Harus Hentikan Kerjasama dengan Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2015 13:21 1:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2015 10:38
Bagikan
Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina Mustafa Barghouti
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina Mustafa Barghouti mengatakan, Otoritas Palestina pimpinan Mahmud Abbas harus segera menghentikan semua kerja sama keamanan dengan penjajah Israel dan harus mendukung munculnya perlawanan rakyat Palestina di Jerusalem dan Tepi Barat yang disebutnya sebagai “Intifada ketiga”.

Barghouti menyebut Intifada ke-3 telah dimulai menyusul bentrokan mematikan dan gelombang protes yang terjadi di Tepi Barat dan Jerusalem dalam beberapa pekan terakhir, termasuk penembakan fatal dua remaja Palestina baru-baru ini dan penikaman pengungsi Yahudi dan Israel oleh rakyat Palestina.

Aksi ini terjadi setelah adanya perlawanan antara rakyat Palestina dan pasukan penjajah Israel bulan lalu di kompleks Masjid al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Islam sedunia.

Ketegangan mulai meningkat menyusul peningkatan jumlah pengunjung Yahudi selama Tahun Baru Yahudi ditambah teror penjajah yang tengah selama usaha menutup Masjidil Aqsha.

Komentar Barghouti mengikuti ancaman Presiden Palestina, Mahmud Abbas pada Sidang Umum PBB pekan lalu untuk menarik diri antara Otoritas Palestina dan Israel selama dua dekade terakhir, demikian kutip Middle East Eye (MEE).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Barghouti mengatakan bahwa Otoritas Palestina harus mengakhiri pakta koordinasi keamanan kontroversial dengan penjajah Israel sebab itu akan memberi pengaruh kebijaksaan politik terhadap faksi-faksi perlawanan Palestina lainnya di Tepi Barat.

“Perlawanan Palestina harus didukung oleh Otoritas Palestina…dan juga harus segera menghentikan koordinasi keamanan dengan penjajah Israel, terangnya kepada MEE.

“Intifada ke-3 sudah dimulai. Harusnya tidak ada lagi negosiasi dengan Israel karena nyatanya mereka sudah melanggar semua perjanjian di masa lalu.”

Sebelumnya, Mahmud Abbas mengatakan pada Sidang Umum PBB Rabu bahwa Otoritas Palestina tidak akan menjadi satu-satunya yang berkomitmen terhadap pelaksanaan perjanjian dengan Israel. [Baca: Pidato Israel di PBB Tak Singgung Palestina, Mahmub Abbas Tak Punya Gigi]

Selanjutnya menambahkan Israel harus menanggung semua tanggung jawabnya sebagai pemilik kekuatan kependudukan tanpa menyebutkan kekuatan apa yang dimaksud untuk dilepaskan oleh Otoritas Palestina.

Namun, ia juga mengatakan pada Selasa: “Kami [Otoritas Palestina] tidak menginginkan perluasan militer dan keamanan dengan Israel, menunjukkan kemungkinan Otoritas Palestina untuk bersedia terlibat dalam pembicaraan lebih lanjut dengan Israel.”

Mengingat perlawanan yang terjadi akhir-akhir ini, beberapa faksi bersenjata Palestina, seperti Jihad Islam, telah memberikan ancaman untuk melanjutkan serangan dan ancaman bom bunuh diri terhadap pihak penjajah Israel.

Dalam upaya meredam ketegangan, tentara Israel merilis hasil penyelidikan awal mereka terhadap penembakan seorang remaja Palestina Abdel Rahman Obeidallah (13 tahun). [Baca: Abdo, Ditembak Israel Saat Masih Gunakan Pakaian Seragam]

Seorang perwira militer Zionis menyebut insiden penembakan keji itu sebagai ketidak-sengajaan.Menurut investigasi militer penjajah, Abdo, ditembak dengan senapan kaliber 22 oleh seorang penembak jitu Israel yang sebenarnya sedang membidik orang dewasa yang berdiri di sampingnya. Namun tidak ada penjelasan, mengapa orang dewasa tersebut dibidik.

Kejadian ini bertentangan dengan juru bicara penjajah lainnya yang mengatakan tidak ada penembakan secara langsung oleh pihak Zionis-Israel dalam insiden tersebut.

B’tselem, sebuah organisasi HAM Israel yang mendokumentasikan pelanggaran pemerintah Israel dalam Wilayah Kependudukan. Lembaga ini juga mengecam penembakan keji Obeidallah dan mengutuk penggunaan peluru terhadap warga Palestina, dengan menyebut senapan kaliber 22 sebagai senjata mematikan, yang bagi pihak penjajah Israel dianggap sebagai alat yang wajar untuk mengendalikan demonstrasi.

Sementara itu, Perdana Menteri penjajah Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan tak mungkin bisa meredakan ketegangan. Ia bahkan telah mengkonfirmasi akan mempercepat pembongkaran rumah-rumah Palestina yang diduga terlibat dalam serangan bersenjata, menerapkan hukum dan melarang orang-orang memasuki Kota Lama, Yerusalem.

Kemarin, rumah dari dua warga Palestina dihancurkan penjajah, sebelumnya, mereka telah ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel. [Baca: Tepi Barat Bergolak, Intifadah 3 Hantui Penjajah Israel]

Dalam sebuah pernyataan, jurubicara kelompok Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan, serangan yang terjadi terhadap penduduk Israel dan pasukan keamanan mereka merupakan respon alami terhadap penjajahan Israel dan kejahatan yang dilakukan kepada Masjid al-Aqsha dan rakyat Palestina.

“Rakyat Palestina tak bisa duduk diam sementara kejahatan Israel terus terjadi di tengah-tengah kebisuan internasional.”

Saat ditanya apa yang ia harapkan dari komunitas internasional, Barghouthi mengatakan kepada MEE; “Saya berharap kepada masyarakat internasional untuk mengambil langkah hukum terhadap Israel dalam bentuk sanksi Internasional. Mereka harus menyatakannya dengan jelas kepada Israel bahwa mereka harus segera menghentikan kekerasan mereka.”

Sebagaimana diketahui, Intifada kedua dimulai tahun 2000 ketika mantan PM Israel, Ariel Sharon memasuki kompleks Masjid al-Aqsha, memancing berbagai tindakan kekerasan selama 5 tahun dan menyebabkan jatuhnya ribuan korban pada kedua belah pihak.*/ Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Intifada Ke-3Intifadahintifadah ke-3israelMasjidil Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koalisi Rakyat Bersatu Desak DPR Batalkan Pasal Kretek Dan RUU Pertembakauan
Tulisan selanjutnya Pasca Video Pelajar Merokok, Mesir Tutup Seluruh Kafe Sekitar Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?