Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Perketat Aturan Bagi Pencari Suaka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2015 08:26 8:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Oktober 2015 08:26
Bagikan
Salah satu tempat penampungan migran pencari suaka di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota-anggota parlemen Jerman telah menyetujui kebijakan baru guna menanggulangi masalah pengungsi Eropa.

Daftar negara-negara yang dianggap “aman” oleh Jerman diperluas dengan memasukkan Kosovo, Albania dan Montenegro, yang warganegaranya pada umumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan suaka.

Kebijakan baru itu akan memungkinkan Jerman memusatkan perhatian pada pengungsi yang menyelamatkan diri dari zona perang seperti Suriah, Iraq dan Afghanistan.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada parlemen bahwa bekerjasama dengan Turki merupakan kunci penyelesaian krisis saat ini, berikut bantuan kemanusiaan, pengamanan perbatasan, serta memerangi pernyelundupan manusia.

“Kebanyakan pengungsi perang yang datang ke Eropa melakukan perjalanan melalui Turki. Kita tidak akan dapat menertibkan dan memangkas pergerakan pengungsi tanpa kerjasama dengan Turki,” kata Merkel seperti dikutip Euronews Kamis (15/10/2015).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pencari suaka di Jerman harus tinggal lebih lama di pusat-pusat penerimaan, sementara permohonan mereka diproses selama 3-6 bulan.

Selama masa menunggu itu, mereka umumnya berhak mendapatkan tunjangan yang lebih rendah. Selain itu, peraturan baru akan mengubah pemberian tunjangan berupa uang tunai menjadi sebisa mungkin sebagai pembayaran untuk mereka yang menunggu di pusat penerimaan pencari suaka. Dengan kata lain, sebisa mungkin pengungsi tidak akan diberikan tunjangan dalam bentuk uang tunai.

Kelompok-kelompok peduli hak asasi manusia Amnesty International dan Pro Asyl mengkritik kebijakan baru itu. Mereka mengatakan bahwa peraturan baru tersebut lebih banyak menekankan pada aspek pencegahan dan pengecualian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Kanada Bantu Warga Lokal Kumpulkan Mantel untuk Penduduk
Tulisan selanjutnya Korban Intifada Al-Quds 33 Orang, 1300 Luka-luka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?