Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Haedar Nashir: Menekankan Amal Sholeh, Muhammadiyah ‘Sedikit Bicara Banyak Bekerja’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 November 2015 10:20 10:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2015 10:19
Bagikan
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si dalam acara Tabligh Akbar di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com– Muhammadiyah mengajarkan warganya untuk senantiasa beramal sholeh, dengan prinsip banyak bekerja sedikit bicara.

“Muhammadiyah melalui pendekatan ‘sedikit bicara banyak bekerja’ mengajarkan warganya untuk senantiasa beramal sholeh meski penuh keterbatasan. Ini karena amal sholeh diukur berdasarkan kondisi dan kemampuan masing-masing individu,” demikian dinyatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si dalam acara Tabligh Akbar di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (31/10/2015) sebagaimana rilis Humas PCIM Malaysia.

Menurut Haedar,  ukuran kemampuan adalah subyektif, tergantung apa yang dimiliki oleh orang tersebut.

Tidak tepat jika seseorang merasa tidak memiliki kemampuan untuk beramal sholeh dan hanya akan beramal jika merasa telah “mapan”.

Ciri-ciri menekankan amal sholeh ini, menurut Haedar Nashir, adalah salah satu komponen ciri Islam yang berkemajuan. Dan dalam konteks inilah Muhammadiyah dalam usianya yang lebih satu abad telah melahirkan berbagai institusi pendidikan, kesehatan dan kebajikan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia sebagai wujud amal sholeh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tabligh Akbar yang bertema “Semangat Hijrah menuju Islam yang berkemajuan” itu dihadiri ratusan warga Indonesia di Malaysia termasuk buruh migran, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan kalangan pekerja profesional yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCIM & PCIA) Malaysia.

Selain itu hadir juga perwakilan beberapa ormas dan parpol Indonesia yang berbasis di Malaysia.

Haedar juga menyinggung terpilih dirinya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Muktamar di Makassar bulan Agustus yang lalu.

Menurutnya, tema Islam berkemajuan merupakan pengejawantahan misi Muhammadiyah untuk menjadikan Islam rahmatan lil’alamin.

Untuk itu diperlukan beberapa karakteristik bagi menopang tujuan itu selain penekanan terhadap amal sholeh. Di antaranya adalah keseimbangan antara hablun minallah dan hablun minannas, penggabungan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kepedulian lingkungan.

Acara yang turut dihadiri oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Ibu Dra. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru PCIM dan PCIA Malaysia dibawah kepemimpinan Dr. Sonny Zulhuda dan Ibu Nita Nasyithah, M.Ed.

Dalam sambutannya, Sonny Zulhuda yang juga dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia menyampaikan harapannya agar PCIM dan PCIA dapat memperkuat kemitraannya dengan pihak KBRI Kuala Lumpur dan berbagai ormas serta komunitas warga Indonesia di Malaysia.

Dalam kaitan ini pula, Trigus Suprianto, yang mengepalai Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Kuala Lumpur berharap agar PCIM dapat terus membantu KBRI dalam agenda bersama serta ikut mensosialisasikan pentingnya bekerja di Malaysia secara legal dan melalui jalur yang sah agar tidak mendapatkan masalah di kemudian hari.

PCIM dan PCIA merupakan organisasi cabang Muhammadiyah yang berada di luar negeri. Menurut Haedar Nashir, saat ini Muhammadiyah telah memiliki 16 cabang istimewa di luar negeri yang tersebar di lima benua.

Di Malaysia sendiri, PCIM sudah berdiri sejak tahun 2007 dan bergerak dalam berbagai kegiatan keagamaan, kebajikan sosial, pendidikan dan pengembangan kemahiran.

Kunjungan Dr. Haedar Nashir dan Ibu Siti Noordjannah Djohantini ke Malaysia merupakan kunjungan pertama mereka ke PCIM/PCIA luar negeri sejak Muktamah ke-47 di Makassar bulan Agustus yg lalu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirMalaysiaMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran Dalam Konser Rock di Romania, 27 Tewas
Tulisan selanjutnya Warga dan Elemen Islam Datangi Karaoke Liar di Bulu-Sukoharjo yang Meresahkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

Berita
26 September 2026 09:53
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Jubir Taliban Peringatkan Pakistan Supaya Tidak Melakukan Operasi Militer di Wilayah Afghanistan

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?