Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setelah Didesak Obama, Turki Tarik Pasukannya dari Iraq

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Desember 2015 06:13 6:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Desember 2015 06:13
Bagikan
Pasukan dan tank Iraq bersiaga di depan Kedutaan Turki di Baghdad (8/12/2015).
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar mengambil langkah guna meredakan ketegangan dengan Iraq, pemerintah Ankara mengakui adanya “miskomunikasi” dengan Baghdad perihal penugasan tentaranya di daerah Bashiqa dan mengatakan akan melanjutkan pemindahan pasukannya keluar dari Provinsi Nineveh, lapor Today’s Zaman Ahad (20/12/2015).

Tindakan Ankara mengerahkan pasukan tambahan berikut tank-tank ke kamp pelatihan di Bashiqa, dekat kota Mosul yang kaya akan minyak di Iraq, awal Desember ini telah menimbulkan ketegangan dengan pemerintah Baghdad. Meskipun Turki mengatakan pengerahan pasukan itu atas sepengetahuan Iraq, tetapi pemerintah Baghdad membantah hal itu dan meminta Turki menarik seluruh pasukannya keluar dari wilayah utara Iraq, dan pada hari Jumat meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memasukkan isu tersebut ke dalam agenda rapatnya.

PBB dan AS mendesak Turki untuk menghormati kedaulatan Iraq dan menarik pasukannya dari negara itu. Presiden Erdogan dalam pernyataan sebelumnya menegaskan bahwa Turki tidak akan menarik pasukannya dari Bashiqa, sebab keberadaan tentaranya di sana adalah untuk melindungi kamp pelatihan militer itu dari kemungkinan serangan oleh kelompok ISIS/ISIS/Daesh. Setelah mendapatkan reaksi keras dari Iraq, Turki terpaksa menarik sebagian serdadunya dari Bashiqa ke kamp lain dekat perbatasan Turki-Iraq di wilayah utara Iraq. Namun, Iraq meminta agar Turki menarik pasukan sepenuhnya keluar dari teritorinya.

Sabtu malam (19/12/2015) Menteri Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris bahwa “Turki, dengan memahami kekhawatiran Iraq dan sesuai dengan tuntutan keperluan untuk memerangi Daesh, akan terus memindahkan pasukan militernya dari Provinsi Nineveh yang menjadi sumber dari miskomunikasi tersebut.”

Pernyataan itu tidak menjelaskan berapa banyak pasukan Turki yang akan dipindahkan dan ke mana mereka akan dipindahkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian juga menekankan dukungan Turki atas kedaulatan dan integritas wilayah Iraq, serta mengatakan pemerintah Turki “mengakui terjadi miskomunikasi dengan pemerintah Iraq mengenai pengerahan pasukan perlindungan Turki yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pelatihan pasukan Iraq dalam upaya mereka melawan DAESH di utara Iraq.”

“Turki akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Iraq perihal kontribusi militernya untuk melawan DAESH. Turki menegaskan kembali komitmennya untuk memperdalam kerja samanya dengan Koalisi Global untuk melawan DAESH,” kata kementerian dalam pernyataan itu.

Pengumuman dari kementerian luar negeri itu dikeluarkan sehari setelah Presiden Obama melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden Erdogan. Dalam pembicaraan telepon hari Jumat itu, Obama mendesak Erdogan “untuk mengambil langkah-langkah tambahan guna mengurangi ketegangan dengan Iraq, termasuk terus menarik mundur pasukan militer Turki, serta menenkankan kembali perlunya Turki menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Iraq,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

“Pada akhirnya, kedua pemimpin itu sepakat untuk bekerja sama dalam upaya-upaya diplomatik antara AS, Turki dan Iraq guna mengurangi ketegangan dan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya militer dalam melawan ISIL,” imbuh Gedung Putih.

Obama menekankan arti pentingnya kontribusi Turki dalam memerangi ISIS. Kedua pemimpin negara itu juga mendiskusikan perihal peningkatan kerja sama dalam soal Suriah, termasuk upaya mendukung kelompok-kelompok oposisi Suriah yang moderat.

Sebelum Obama mengontak Erdogan, Wakil Presiden AS Joe Biden telah menghubungi Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu guna mendesak agar Turki menarik pasukannya dari Iraq dan mengurangi ketegangan dengan Baghdad.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil PM Israel Silvan Shalom Mundur karena Tuduhan Pelecehan Seksual Sejumlah Wanita
Tulisan selanjutnya Hizbullah Umumkan Kematian Seorang Komandannya akibat Serangan Udara Israel di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?