Hidayatullah.com–Mayoritas warga negara Arab menentang ISIS di Iraq dan Suriah, demikian sebuah survei terbaru sebagaimana dikutip Middle East Monitor (MEM), Selasa 22 Desember 2015.
Sebuah lembaga Arab Centre for Research and Policy Studies mengungkapkan penemuannya sebagai bagian dari survei indeks Arab untuk tahun 2015 pada sebuah konferensi pers di Doha, Qatar hari Ahad.
survei tersebut berdasarkan opini dari 18.311 responden antara Mei dan September 2015, dari 12 negara Arab yang meliputi: Mauritania, Moroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Sudan, Palestina, Libanon, Yordania, Iraq, Arab Saudi dan Kuwait.
Hanya 7 persen dari jumlah tersebut yang memiliki pandangan positif terhadap ISIS, 89 persen mengatakan bahwa mereka menolak ISIS.
Hasil survei mengindikasi bahwa dukungan atas organisasi ini di dunia Arab tidaklah eksis.
Menurut survei tersebut, presentase mereka yang memiliki pandangan setuju atas ISIS antara responden yang “sangat relijius” dan mereka yang “tidak relijius” jumlahnya sama.
Dengan melihat pada faktor-faktor yang berkontribusi atas berkembangnya kelompok seperti ini, ketegangan antar kelompok-kelompok agama di Iraq dan Suriah disebutkan lebih dari 20 persen responden sebagai faktor utama, diikuti oleh kehadiran ekstrimis 11 persen, interfensi luar negeri atas hubungan-hubungan negara Arab 10 persen, dan interpretasi kelompok Islam radikal 10 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada konsensus orang-orang Arab atas tindakan terbaik melawan ISIS dan kelompok yang dijuluki “teror” bersenjata lainnya. Ini mencerminkan rumitnya isu dan peliknya sikap publik Arab sendiri.
Faktor paling penting dalam melawan ISIS dan mengakhiri masalah terorisme, menurut responden adalah dukungan agar melakukan transisi demokrasi (28 persen), menyelesaikan permasalahan Palestina (18 persen), mengakhiri intervensi luar negeri (14 persen), memperbanyak kampanye militer pada ISIS (14 persen), dan memecahkan krisis Suriah berdasarkan aspirasi orang Suriah (12 persen).*/Nashirul Haq AR