Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

45 Pengungsi Suriah Tenggelam di Pantai Yunani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2016 07:42 7:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2016 07:42
Bagikan
Pengungsi Suriah yang selamat
Bagikan

Hidayatullah.com–Setidaknya 44 orang termasuk 20 anak-anak meninggal setelah kapal mereka tenggelam dalam perjalanan dari Turki ke Yunani hari Jumat (22/01/16), dan puluhan orang lainnya dilaporkan hilang, kata pejabat penjaga pantai di Yunani dan Turki.

Penjaga pantai Yunani mengatakan telah menyelamatkan 74 orang setelah dua kapal mengalami kesulitan sejak dari kepulauan Aegean Yunani Farmakonisi dan Kalolimnos pada dini hari.

Mayat 17 anak, 17 wanita dan 10 laki-laki telah ditemukan. Operasi pencarian sedang berlangsung untuk mencari puluhan orang yang masih hilang dari perahu yang terbalik di Kalolimnos.

Secara terpisah, penjaga pantai Turki mengatakan telah menemukan tiga jasad anak-anak pada hari Jumat setelah kapal ke tiga tenggelam di dekat Didim, lapor kantor berita Dogan. Penjaga pantai sedang mencari yang lain.

Dikutip www.middleeasteye.net dari BBC, Jumat (22/01/2016), sejumlah helikopter dari lembaga perbatasan, Frontex, juga dilibatkan dalam pencarian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Orang-orang yang melarikan diri dari perang dan penderitaan yang terjadi di Timur Tengah dan di tempat lain – kebanyakan mereka pengungsi Suriah – masih berdatangan dalam jumlah ribuan ke Yunani dari Turki dengan kapal berbahan kayu tipis.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan bahwa sekitar 31.000 orang telah sampai di Yunani lewat laut sepanjang tahun ini.

IOM melaporkan sebanyak 77 orang meninggal saat mencoba menyeberangi Mediterania antara 1 Januari dan 17 Januari.

Pada hari Kamis sedikitnya 12 orang, termasuk anak-anak, tenggelam di lepas pantai Turki saat perahu mereka mencoba menuju Yunani. Penjaga pantai Turki menyelamatkan 28 orang lainnya.

Seorang bocah lima tahun dan dua wanita meninggal karena hipotermia di pulau Yunani Lesbos pada hari Rabu (20/01/2016) setelah menyeberang dari Turki dalam cuaca yang menggigit, kata para pejabat Palang Merah.

Lebih dari 18 kapal, yang masing-masing membawa hingga 45 migran, terdampar di pantai pulau itu pada hari Rabu.

Turki, yang merupakan rumah bagi sekitar 2,2 juta pengungsi dari perang sipil Suriah, telah menjadi penghubung bagi para migran yang ingin mencapai Eropa, banyak dari mereka membayar penyelundup ribuan dolar untuk penyeberangan berisiko.

Ankara mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa pada bulan November untuk membendung aliran pengungsi menuju ke Eropa, dengan imbalan bantuan keuangan.

Brussels berjanji untuk memberikan 3,3 miliar dolar serta konsesi politik ke Ankara dengan imbalan atas kerja sama Ankara dalam menanggulangi krisis migran terburuk di Eropa sejak Perang Dunia ke- II.

Kanselir Jerman Angela Merkel – yang negaranya mengambil 1,1 juta para pencari suaka pada tahun 2015 – dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada hari Jumat, dengan krisis migran sebagai agenda utamanya.

Hasil dari pembicaraan ini tidak hanya penting bagi Merkel, yang menghadapi tekanan kuat di rumah untuk memaksakan anggaran pengeluaran bagi pengungsi di Jerman, tetapi juga akan menggema ke seluruh Eropa di mana opini publik yang semakin menguat terhadap catatan masuknya para pencari suaka.

Kematian yang baru saja terjadi saat Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, memperingatkan pada hari Jum’at bahwa Eropa beresiko menjadi “benar-benar tidak stabil” sebagai akibat dari gelombang arus migran ini.

Valls mengatakan kepada BBC bahwa “jika Eropa tidak mampu melidungi perbatasannya sendiri, justru ide Eropa itulah yang dipertanyakan”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IOMOrganisasi Internasional untuk Migrasipengungsi SuriahtenggelamTurkiYunani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Srie Sebut Harga Sembako Naik Jelang Puasa Karena Tingginya Permintaan
Tulisan selanjutnya Turki dan Amerika Sepakat Kerja Sama di Kamp Bashiqa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?