Hidayatullah.com–Arab Saudi hari Ahad melancarkan latihan militer yang mereka klaim akan menjadi terbesar dalam sejarah negara, menurut laporan media negara itu.
Dua puluh satu negara akan mengambil bagian dalam latihan sebulan penuh yang dijuluki “North Thunder (Guntur Utara)”, ujar Saudi Press Agency (SPA) dikutip www.middleeasteye.net, Selasa (16/02/2016) melaporkan, meskipun detail dari latihan tersebut belum dipublikasikan.
Diantara negara yang ikut serta dalam latihan itu terdapat tetangga mereka UEA, Jordania dan Bahrain, serta negara yang lebih kecil seperti Kepulauan Komoro, Djibouti dan Mauritius.
Latihan militer itu bertempat di Turki dan Arab Saudi juga mengadakan latihan pertahanan udara bersama yang dimulai pada Senin di wilayah Konya Turki, menurut laporan militer Turki.
Latihan pertahanan udara dijadwalkan dilakukan terlebih dahulu, tetapi berita itu datang hanya dua hari setelah Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengumumkan bahwa jet Saudi akan ditempatkan di pangkalan udara Turki Incirlik di provinsi Adana untuk bertempur dengan militan ISIS.
Dia juga mengatakan bahwa Turki dan Saudi bahkan dapat melancarkan operasi darat di Suriah melawan ISIS, sementara menekankan bahwa belum ada keputusan yang diambil.
Latihan udara Turki-Saudi akan dimulai setelah Jumat.
Latihan untuk ‘Guntur Utara’ bertempat di Kota Militer King Khalud di provinsi utara negara itu. Mereka akan menyelesaikannya pada 10 Maret.
SPA mengatakan latihan itu merupakan “manuver militer terbesar dan terpenting dalam sejarah negara” dan akan melihat penggunaan susunan perangkat militer yang canggih.
“Latihan North Thunder menunjukkan sebuah pesan yang jelas bahwa Kerajaan Arab Saudi, saudara mereka dan negara sahabat yang ikut serta bersatu dalam menghadapi semua tantangan dan menjaga kedamaian dan stabilitas di kawasan itu,” SPA melaporkan.
Sebuah akun twitter resmi telah dibuat untuk melaporkan rincian dari North Thunder. Beberapa video yang telah diposting memperlihatkan tujuan latihan adalah untuk memproyeksikan gambaran kekuatan militer.
Latihan militer terjadi beberapa bulan setelah Arab Saudi mengumumkan formasi dari koalisi 34 negara anti teroris. Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir mengatakan bahwa koalisi itu dibentuk untuk “menahan dan menghadapi teroris dan mereka yang mengangkat ideologi keras mereka”.
Arab Saudi saat ini bertempur dalam perang di wilayah selatan mereka yang berbatasan dengan Yaman, dimana mereka berupaya menekan pemberontak Houthi yang didukung Iran dan mengembalikan kepemimpinan pemerintah Presiden Abdurabbuh Mansyur Hadi.
Pemerintah Saudi juga memberi sinyal bahwa mereka akan bersiap untuk mengirim pasukan darat ke Suriah, dan telah mengirim pesawat tempur ke pangkalan udara Turki dalam persiapan untuk memperluas keikutsertqan mereka di perang sipil Suriah.
Arab Saudi dengan kuat telah mendukung pejuang dalam upaya menjungkirkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan Menteri Luar Negeri Jubeir telah mengatakan jika jalan politik tidak dapat mengusir Assad maka kekuatan yang harus digunakan.*