Hidayatullah.com—Kejaksaan Belgia telah menjadikan terdakwa seorang pria dengan tuduhan terorisme berkaitan dengan serangkaian serangan di Brussels. Dua orang lainnya juga ditetapkan menjadi terdakwa.
Orang itu diidentifikasi sebagai Faycal C., tetapi tidak ada keterangan lebih lanjut yang diberikan.
Dilansir Euronews Sabtu (26/3/2016) media di Belgia melaporkan bahwa dia adalah orang ketiga yang terlihat di CCTV di bandara bersama dengan dua tersangka pelaku bom bunuh diri. Koran Le Soir melaporkan bahwa pria itu adalah sopir taksi yang membawa kedua pelaku bom bunuh diri ke bandara.
Tidak ada senjata atau bahan peledak yang ditemukan saat aparat keamanan menggeledah rumah orang itu.
Dua lelaki lainnya didakwa dengan tindak terorisme dan menjadi anggota dari kelompok teror.
Sebanyak sembilan orang sudah ditahan seiring dengan penyelidikan yang masih terus berjalan atas jaringan “jihadis” di Belgia menyusul serangan-serangan di ibukota Brussels.
Oleh karena penyelidikan polisi masih berlangsung, Kementerian Dalam Negeri meminta agar pawai untuk mengenang korban serangan tersebut, yang dijadwalkan digelar hari Ahad ini, agar dibatalkan.
Sedikitnya 31 orang tewas dan 260 lainnya luka-luka dalam ledakan bom hari Selasa (22/3/2016) di bandara dan stasiun kereta di kota Brussels.
Menurut pihak keamanan, Najim Laachraoui, 25, warga Belgia keturunan migran yang dibesarkan di Brussels, merupakan salah satu dari pelaku bom bunuh diri. Dia adalah abang dari Mourad Laachraoui, 20, mantan juara taekwondo Belgia.
Najim Laachraoui juga diduga menjadi pembuat bom sabuk yang dipakai oleh pelaku rangkaian serangan di Paris November 2015 yang menewaskan 130 orang.*