Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Trump Desak Obama Mundur Karena tak Sebut Islam sebagai Pelaku di Orlando

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2016 06:28 6:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2016 06:28
Bagikan
facebook donald trump diblokir
Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump.
Bagikan

Hidayatullah.com–Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump mendesak Presiden Barack Obama untuk mengundurkan diri karena dia tidak menggunakan kata “Islam radikal” dalam satu pernyataan yang merujuk kepada pembantaian dalam kasus pesta kaum homo di Orlando yang mengakibatkan 50 orang tewas, kemarin.

“Karena pemimpin kita adalah lemah, saya katakan ini akan terjadi dan hanya akan menjadi lebih buruk.

“Saya hanya mencoba menyelamatkan nyawa dan mencegah serangan teror berikutnya, ” kata Trump,” ujarnya dikutip Reuters, Senin (13/06/2016).

Kicauan Trump yang kontroversi

Seperti diketahui, ungkapan duka dan kemarahan muncul di media sosial Barat pasca penembakan terjadi di sebuah klub homo di Orlando, Amerika Serikat yang menewaskan setidaknya 50 orang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun rangkaian tweet dari bakal calon presiden AS, Donald Trump, menjadi salah satu yang paling kontroversial.

Donald Trump segera mengungkapkan opininya di Twitter setelah diketahui bahwa penyerang dalam penembakan massal adalah anak imigran Afghanistan yang telah ‘berikrar kesetiaan’ pada kelompok yang mengaku sebagai Negara Islam atau ISIS.

Alih-alih mengungkapkan duka, dia mengatakan, “(Kendati) menghargai ucapan selamat bahwa (saya) benar tentang terorisme Islam radikal, saya tidak menginginkan ucapan selamat. Saya ingin ketangguhan dan kewaspadaan. Kita harus cerdas!”

Seperti banyak kicauan Trump lain, pernyataan itu langsung menuai kemarahan, tetapi juga dukungan dari pendukungnya.

“Sekali lagi Donald Trump, Anda menunjukan mengapa Anda tidak bisa memimpin kami. 50 orang mati, dan Anda bersenang-senang dalam ucapan selamat,” kata aktivis homo George Takei dalam akun Twitter-nya dikutip BBC.

Dalam kicauannya, Trump juga mengomentari pidato singkat Presiden Obama yang menyebut bahwa serangan di Orlando adalah ‘aksi teror dan kebencian’ dan menyatakan ini adalah “pengingat bahwa betapa mudahnya seseorang mendapat senjata api sehingga memungkinkan mereka menembak orang.”

Trump meminta Obama mundur karena engganan menyebut ‘Islam radikal’ sebagai pelakunya.

“Jika kita tidak menjadi kuat dan cerdas, kita tidak akan punya negara lagi,” tulisnya. “Karena para pemimpin kita lemah, saya mengatakan ini akan terjadi – dan ini hanya akan bertambah buruk. Saya mencoba untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah serangan teroris berikutnya. Kita tidak bisa lagi sekadar bersikap yang baik secara politik,” ujar calon presiden AS yang dikenal anti Islam ini.

Sebelumnya, Presiden Barack Obama menyatakan tidak ada bukti langsung yang menghubungkan penyerang Orlando dengan kelompok militan yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (13/06/2016), Obama menambahkan pria bersenjata yang disebut bernama Omar Mateen itu mungkin diinspirasi oleh ‘informasi yang disebarkan para ekstemis di internet’.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaDonald TriumpgayhomoseksualISISObamaOrlando
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SMPIT Ikhlas Cendekia Raih Nilai UN SMP Tertinggi se-Lahat
Tulisan selanjutnya KPI Beri Sanksi Acara “Jelang Sahur” TVRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?