Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sadar Kena Tipu, Profesor Harvard: Papirus Istri Yesus Pemalsuan Modern

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juni 2016 02:01 2:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juni 2016 02:01
Bagikan
Prof. Karen King dan papirus "istri Yesus".
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang profesor Universitas Harvard yang pernah menimbulkan kegemparan ketika memamerkan potongan papirus yang menunjukkan Yesus menikah, sekarang mengatakan kemungkinan potongan papirus itu palsu.

Karen King, profesor Harvard Divinity School, tahun 2012 memamerkan potongan papirus itu di Roma. Potongan papirus berisi tulisan Koptik itu mengandung tulisan, “Yesus berkata kepada mereka, istri saya…”

Sejak papirus itu dipamerkan kontroversi dan perdebatan mencuat di kalangan cendikiawan. Keraguan mengenai keaslian potongan papirus itu juga muncul sejak pertama kali “barang kuno” tersebut ditunjukkan ke publik.

Keraguan mengenai keaslian barang itu semakin menguat setelah majalah The Atlantic mendapati Walter Fritz, pengusaha asal Florida pemilik papirus tersebut, tidak konsisten soal cerita bagaimana papirus tersebut bisa menjadi miliknya.

“Jika Anda bertanya kepada saya sekarang, ke arah mana kecenderungan saya –teks kuno atau pemalsuan modern– berdasarkan bukti baru ini, saya cenderung pada pemalsuan modern,” kata King kepada Associated Press.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut laporan Associated Press (AP) nomor telepon valid Fritz juga tidak ada. Dalam sebuah e-mail yang dikirim ke AP hari Senin (20/6/2016), Fritz menyertakan surat yang dikirimnya ke majalah The Atlantic yang isinya membantah tuduhan pemalsuan, mengubah atau memanipulasi papirus itu atau tulisan yang terdapat di dalamnya.

Mark Goodacre, seorang profesor bidang kajian keagamaan di Universitas Duke, meragukan potongan papirus itu tidak lama setelah Karen King memamerkannya di Roma.

“Ketika Anda menunjukkan sesuatu semacam itu kepada orang-orang yang menghabiskan seluruh waktunya untuk mempelajari hal-hal seperti itu, banyak di antara mereka akan langsung mengetahui bahwa ada yang tidak beres,” kata Goodacre.

Meskipun demikian, Goodacre mengacungi jempol Karen King atas keberaniannya untuk mengakui jika dirinya “kena tipu”.

Dosen perempuan itu mengaku “tidak senang” dibohongi, tetapi “anehnya merasa lega” setelah membaca artikel yang ditulis oleh The Atlantic.

David Hempton, dekan Harvard Divinity School, mengucapkan terima kasih kepada para cendikiawan, ilmuwan, teknisi dan jurnalis, yang bersungguh-sungguh mencari tahu tentang kebenaran tentang papirus tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih dari 700 Dokter dan Tenaga Medis Terbunuh dalam Konflik Suriah
Tulisan selanjutnya Pansel Didesak Tegaskan Komitmen Setiap Calon Anggota KPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?