Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

70.000 Rakyat Sudan Selatan Melarikan Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2016 10:40 10:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2016 10:40
Bagikan
70 orang melarikan diri dari kediaman mereka akibat konflik bersenjata di negara itu, demikian kutip Reuters
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekitar 70.000 warga sudan selatan kebanyakan wanita dan anak-anak melarikan diri akibat pertempuran di barat laut Sudan Selatan, dengan pemandangan mayat-mayat bergelimpangan di jalan-jalan raya, demikian kata organisasi bantuan medis, Doctors Without Borders (MSF), dikutip Aljazeera, Kamis (29/06/2016).

Pemerintah menyalahkan kekerasan yang dipicu oleh kelompok pemberontak Sudan Selatan, di mana milisi bebas masih beroperasi setelah pembentukan pemerintah transisi, sehingga mengakhiri konflik lebih dua tahun antara Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar pada April lalu.

Menurut MSF,  sebanyak 10.000 orang dari mereka melarikan diri dan berlindung di pangkalan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan banyak lagi dilaporkan akan tiba di pangkalan itu.

“Kami tidak tahu berapa banyak yang tewas, tapi banyak mayat bergelimpangan di jalan raya,” kata wakil koordinator medis MSF, David Kahindi.

MSF merawat 334 orang yang terluka terkena tembakan, terluka akibat diperkosa, dan penyakit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Puluhan ribu dibiarkan tewas dan lebih dua juta lagi hilang tempat tinggal di Sudan Selatan setelah terjadi perebutan kekuasaan antara Kiir dan Machar sebelum ia memuncak menjadi konflik bersenjata pada Desember 2013.

Pemerintah menyalahkan kekerasan itu pada kelompok pemberontak garis keras mencakup mantan tentara pemerintah,  dari kelompok pemberontak yang dipimpin kelompok ‘Tentara Perlawanan Tuhan’ dan milisi Sudan yang dikenal sebagai Janjaweed.

Janjaweed adalah suatu istilah yang merujuk terutama pada orang-orang bersenjata di wilayah Darfur, Sudan bagian barat. Menurut definisi PBB, Janjaweed terdiri dari para milisi kulit hitam berbahasa Arab, yang intinya berasal dari kaum Abbala (peternak unta) dengan melibatkan kaum Baggara (peternak sapi).

Juru bicara pemerintah, Michael Makuei mengatakan, pertempuran di Wau telah melibatkan militer melawan kelompok pemberontak baru dipimpin tokoh politik veteran Islam, Ali Tamim Fartak. Meski demikian,  Fartak belum berkomentar mengenai tuduhan pemerintah ini.

PBB memperingatkan pada hari Rabu bahwa sampai 4,8 juta orang di Sudan Selatan menghadapi parah kekurangan pangan dalam beberapa bulan mendatang, tingkat tertinggi sejak konflik meletus lebih dari dua tahun yang lalu.

Menurut PBB, setidaknya 100.000 orang telah lari dari Sudan Selatan dalam beberapa bulan terakhir ke negara-negara tetangga Kenya, Sudan, Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Mereka memprediksi, angka ini naik menjadi 150.000 pada akhir Juni.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:konfliksudan selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ormas Islam Tolak Konser Cita Citata ke Nagan Aceh
Tulisan selanjutnya Alep Mydie, Pemuka Muslim di Kota Katanning

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?