Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tokoh Agama di Prancis Serukan Persatuan Menyusul Pembunuhan Pendeta Oleh Pendukung ISIS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Juli 2016 21:26 9:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Juli 2016 21:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemuka-pemuka agama Islam, Kristen, Yahudi dan Buddha di Prancis bersama-sama menemui Presiden Francois Hollande dan menyerukan persatuan, setelah terjadi pembunuhan atas seorang pendeta Katolik Roma di Normandy oleh dua pendukung ISIS.

Saat bertemu presiden tokoh-tokoh yang mewakili umat pemeluk agama masing-masing itu menyampaikan perasaan duka mereka yang mendalam, sekaligus menyerukan persatuan melawan terorisme.

Hari Selasa (26/7/2016) dua pria bersenjata tajam menyandara sejumlah orang di sebuah gereja Katolik Roma. Salah satu pelaku, yang diidentifikasi sebagai Adel Kermiche, kemudian memaksa Jacques Hamel bersimpuh lalu menggorok leher pendeta berusia 84 tahun itu.

Kedua pelaku, yang mengklaim bagian dari ISIS, tewas di tangan petugas kepolisian saat mereka keluar dari gereja.

“[Tindakan] tersebut di luar Islam, sebuah fakta yang seluruh Muslim di Prancis menolak dengan sangat tegas. Kami menyampaikan belasungkawa yang paling dalam kepada uskup agung,” kata Dalil Boubaker, pengurus Masjid Besar Paris dalam pernyataannya usai pertemuan itu seperti dikutip Euronews Rabu (27/7/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu Uskup Agung Paris Andre Armand Vingt-Trois mengatakan hubungan harmonis antarumat beragama adalah sumber kekuatan. “Kita tidak boleh terseret permainan politik Daesh, yang ingin melihat anak-anak dari keluarga yang sama bertikai satu sama lain,” imbuhnya.

Serangan maut itu berjadi di sebuah gereja biasa di pinggiran kota Rouen. Pendeta Jacques Hamel sedang memimpin misa pagi saat peristiwa itu terjadi.

Sampai saat ini baru satu dari dua pelaku yang sudah didentifikasi. Adel Karmiche, pemuda keturunan migran berusia19 tahun, diketahui dua kali berusaha menyeberang ke Suriah lewat Turki untuk bergabung dengan ISIS, dan karena tindakan itu dia ditangkap dan diwajibkan mengenakan gelang pelacak elektronik untuk memonitor semua pergerakannya.

Menurut media Prancis Le Monde, kantor kejaksaan pernah meminta agar Kermiche tetap ditempatkan di dalam sel tahanan. Namun, permintaan jaksa itu ditolak hakim. Hakim wanita itu memerintahkan agar Kermiche dikenai tahanan rumah dan diwajibkan memakai gelang pelacak elektronik, guna memastika bahwa dia tetap berada di rumah, kecuali waktu pagi di hari-hari kerja.

Itu artinya, pada Selasa pagi pemuda keturunan migran itu sedang bebas keluar rumah dan bisa pergi menuju gereja, lalu menyandera beberapa orang dan menggorok leher pendeta Hamel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Sosok Arcandra Tahar, Menteri ESDM Pengganti Sudirman Said
Tulisan selanjutnya Meskipun Satu Partai, Pendukung Bernie Sanders Tolak Pencapresan Hillary Clinton

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?