Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pertama Dalam 30 Tahun New Zealand Izinkan Kapal Perang Amerika Merapat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2016 11:56 11:56 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Oktober 2016 11:56
Bagikan
Kapal perang penghancur Sampson milik Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kapal perang penghancur Sampson telah diberikan izin merapat bulan depan di New Zealand, kunjungan pertama oleh kapal perang Amerika Serikat sejak pemerintah Wellington mengesahkan legislasi anti-nuklir 30 tahun silam.

Kapal perusak kelas rudal Arleigh Burke itu direncakan ikut serta dalam perayaan HUT Angkatan Laut New Zealand ke-75 mulai tanggal 17 sampai 22 November setelah Perdana Menteri John Key memberikan persetujuannya, lapor Reuters.

Berdasarkan UU anti-nuklir New Zealand, perdana menteri dapat memberikan izin jika dia yakin kapal perang asing manapun yang masuk New Zealand tidak dilengkapi senjata nuklir.

“Saya telah memberikan persetujuan ini setelah mernimbangan secara seksama masukan yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan,” kata Key hari Selasa (18/10/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di pertengahan tahun 1980-an pemerintah Partai Buruh ketika itu mengumumkan keputusan melarang kapal-kapal bertenaga nuklir atau dilengkapi senjata nuklir masuk ke New Zealand.

Pihak Amerika Serikat pada waktu itu tidak bersedia mengatakan apakah kapal-kapalnya memiliki kapabilitas nuklir, sehingga kedua negara menemui jalan buntu.

Waktu itu Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan pasifik, Australia, menilai Wellington melanggar pakta tiga negara ANZUS, yang dibuat tahun 1951. Pada tahun 1986 Washington menyatakan menghentikan sementara kewajiban-kewajibannya terhadap Wellington berkaitan dengan pakta tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Ada 70 Undang-Undang tidak Memihak Kepentingan Nasional” [2]
Tulisan selanjutnya Penerapan UU JPH, Pelaku Usaha Diminta Pro Aktif Urus Sertifikasi Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?