Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Suku Asli Namibia Gugat Jerman dalam Kasus Genosida Seabad Silam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Januari 2017 22:24 10:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Januari 2017 22:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua suku asli Namibia menggugat pemerintah Jerman di Pengadilan Distrik Manhattan, Amerika Serikat, terkait genosida yang dilakukan oleh penjajah asal Eropa itu lebih dari seratus tahun silam.

Hari Kamis (5/1/2017) gugatan tersebut diajukan oleh orang dari suku Herero dan Nama, yang juga menuntut hak agar mereka “diikutsertakan dalam negosiasi apapun antara Jerman dan Namibia,” dan tidak ada penuntasan masalah yang bisa dicapai tanpa sepengetahuan mereka, lapor Deutsche Welle.

“Tidak ada jaminan bahwa bantuan asing dari Jerman benar-benar akan menjangkau atau membantu komunitas asli minoritas yang menjadi korban langsung [dari genoside penjajahan Jerman],” kata pengacara pihak penggugat, Ken McCallion.

“Tidak boleh ada negosiasi atau penyelesaian masalah ini yang dibuat tanpa melibatkan mereka.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua negara selama ini sudah berunding soal pernyataan bersama perihal pembantaian yang terjadi antara tahun 1904 dan 1905, yang sudah diakui Berlin sebagai genosida. Namun, pemerintah Jerman menolak untuk membayar uang ganti rugi atas malapetaka yang dibuatnya seabad silam.

Isi gugatan menyebutkan bahwa para penggugat mengajukan class action atas nama “semua orang Herero dan Nama di seluruh dunia, menuntut ganti rugi dan kompensasi atas genosida” yang dilakukan pemerintah kolonial Jerman.

Gugatan itu merujuk kasus yang terjadi di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ketika Namibia masih menjadi daerah jajahan Jerman yang dikenal sebagai Afrika Barat Daya.

Menurut isi gugatan, ribuan mil persegi tanah milik dua suku setempat dirampas tanpa kompensasi oleh orang-orang Jerman yang bermukim di sana dengan restu dari pemerintah kolonial Jerman. Tanah-tanah itu direbut dari penduduk asli setempat antara tahun 1885 dan 1903, mencakup sekitar 25 persen lahan tempat tinggal suku Herero dan Nama.

Orang-orang asli daerah itu juga mengklaim pemerintah Jerman memalingkan wajahnya saat terjadi pemerkosaan atas perempuan-perempuan lokal oleh penjajah. Jerman juga tutup mata atas kerja paksa yang diberlakukan pemerintah kolonialnya terhadap penduduk asli.

Awal tahun 1904 suku Herero mulai melakukan perlawanan, diikuti kemudian oleh suku Nama. Namun, perlawanan mereka akhirnya ditumpas habis oleh pasukan kolonial Jerman, yang kemudian peristiwa itu dikenal sebagai genosida pertama di abad ke-20.

Isi gugatan itu menyebutkan, pasukan kolonial Jerman yang dipimpin Jenderal Lothar von Trotha membantai 100.000 orang suku Herero dan Nama.

Penggugat mendasarkan gugatannya pada Alien Tort Statute, sebuah undang-undang di Amerika Serikat buatan tahun 1789 yang kerap menyulut gugatan hukum terkait masalah HAM.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dengan 600 Prajurit, Frederict II Duduki Al-Quds
Tulisan selanjutnya Anggaran Seret Pennsylvania Akan Tutup 2 Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?