Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Takut Diretas, Belanda Hitung Surat Suara Pakai Tangan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2017 09:30 9:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2017 09:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seluruh surat suara dalam pemilihan umum di Belanda bulan depan akan dihitung dengan tangan guna mencegah para peretas mengakali hasil perhitungan. Tindakan itu diambil menyusul laporan bahwa perangkat lunak yang biasa dipakai untuk menghitung hasil voting mudah diretas.

Dalam suratnya kepada Parlemen Belanda hari Rabu (1/2/2017), Menteri Dalam Negeri Ronald Plasterk menulis “tidak boleh ada keraguan yang mengusik hasil perhitungan” pemilihan umum parlemen 15 Maret, lapor Deutsche Welle.

Untuk menghilangkan kekhawatiran akan adanya gangguan itu, setiap daerah sekarang harus menghitung suaranya secara manual dan tidak menggunakan sistem perhitungan otomatis.

“Saya tidak bisa menafikan ada aktor-aktor negara yang mungkin berusaha mengambil untung dari keputusan politik dan opini publik di Belanda,” kata Plasterk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berbicara kepada lembaga penyiaran RTL, Plasterk mengatakan aktor negara luar itu bisa jadi termasuk Rusia.

“Sekarang ini ada indikasi bahwa orang-orang Rusia kemungkinan tertarik [meretas perhitungan], [karenanya] untuk pemilu-pemilu yang akan datang kita harus kembali menggunakan cara lama dengan pena dan kertas,” ujarnya.

Lembaga-lembaga intelijen sudah memperingatakan bahwa pemilu-pemilu penting yang akan berlangsung tahun ini di Belanda, Prancis dan Jerman kemungkinan rentan serangan hacker. Ketakutan akan hal itu merebak menyusul tuduhan intelijen Amerika Serikat terhadap Rusia, yang dianggap mengacaukan jalannya pemilu November 2016 untuk memenangkan Donald Trump.

Surat suara dalam pemilu di Belanda biasanya dihitung dengan tangan di tempat-tempat pemungutan suara setempat, sebelum diproses secara elektronik di tingkat regional dan nasional.

Komisi Pemilu Belanda pekan ini mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap potensi kelemahan dalam software yang dipergunakan untuk menghitung hasil pemilu. Hal itu dilakukan menyusul adanya laporan oleh media setempat yang mengatakan bahwa perangkat lunak yang dipakai mudah diretas.

Sekitar 12,6 juta warga Belanda berhak mengikuti pemilu bulan depan. Partai anti imigrasi dan anti Uni Eropa pimpinan Geert Wilders, Partai Kebebasan, dalam jajak pendapat beberapa bulan terakhir sering unggul. Partai anti Islam itu diperkirakan akan memenangi pemilu parlemen bulan Maret.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Yahudi-Israel yang Lahir di 7 Negara Muslim Tak Dilarang Masuk AS
Tulisan selanjutnya Jerman Mulai Bayar Pencari Suaka Agar Mau Balik ke Negara Asal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?