Hidayatullah.com—Jika Indonesia masih bingung mencari format wisata halal, di Thailand justru sudah menjadi perhatian.
Al Meroz Hotel, adalah merupakan hotel bintang empat halal pertama di Thailand, yang semakin menambah pesatnya peningkatan jumlah wisatawan Islam ke negara itu.
Direktur dan Manajer Al Meroz, Sanya Saengboon mengatakan hotel dengan 242 kamar itu kini sudah mendapatkan sertifikasi dari otoritas dari Timur Tengah dan Thailand, bahkan mendapat sambutan yang luar biasa.
“Hotel kami sekarang sudah terpenuhi 94 persen. Ini sudah terlalu tinggi dan saya tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi (terhadap sambutan yang tidak pernah terjadi),” katanya kepada Kantor Bernama dalam wawancara baru-baru ini.
Untuk mengatasi permintaan yang luar biasa itu, hotel yang memiliki arsitektur seperti masjid lengkap dengan menara, sudah mulai berencana untuk menambah 150 kamar lagi.
Rencana ekspansi dilakukan sebulan setelah hotel yang terletak di pinggiran Kota Bangkok, Ramkhamhaeng, resmi diluncurkan pada Februari tahun ini, setelah menjalani operasi percobaan lebih setahun.
Hotel tersebut akan menambah satu lagi bangunan tambahan pada akhir tahun, menjadikan jumlah keseluruhan kamar kepada hampir 500, setiap satu dilengkapi dengan sajadah, Al-Quran dan arah kiblat.
Ia juga memiliki surau, fasilitas wudhu, tiga restoran, aula, gym dan kolam renang, dengan waktu yang memisahkan pria dan wanita.
Menurut Sanya, yang beragama Islam, meskipun hotel itu halal sepenuhnya, Al Meroz menerima tamu non Muslim, yang menunjukkan bahwa orang bukan Islam juga bisa menginap di hotel berstatus halal ini.
Baca: Minim Dukungan Pemerintah, Belgia dan Jepang Siap Rebut Pasar Pariwisata Halal
“Sejak dibuka, kami telah menerima banyak pelanggan dari Malaysia, Indonesia, Brunei, China, serta negara-negara di Timur Tengah, Eropa dan Amerika,” katanya.
Selain itu, hotel ini juga memenuhi kebutuhan wisatawan Islam lokal terutama dari bagian selatan negara ini dan masyarakat yang tinggal di Ramkhamhaeng, antara pemukiman orang Islam pertama dan terbesar di Bangkok.
Sanya mengatakan Dewan Pariwisata Thailand melihat peluang dalam pasar
pariwisata halal dan memulai usaha terpadu untuk menarik wisatawan Islam dari seluruh dunia ke negara di Asia Tenggara itu.
“Ada 1,6 miliar umat Islam di dunia dan ini merupakan kesempatan yang besar untuk negara,” katanya, sambil menambahkan bahwa upaya untuk menarik wisatawan Islam sudah memberi manfaat kepada Thailand, sebuah negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha.
Baca: Gubernur NTB Harapkan Kota Jakarta dan Bandung Buka Wisata Halal
Thailand sudah menyaksikan lonjakan wisatawan dan pengunjung Islam sejak beberapa tahun terakhir.
Dia mengatakan inisiatif ini melampaui peluang pariwisata mengingat rantai halal meliputi industri-industri lain yang Thailand dapat memanfaatkannya.
Mengingat bagaimana tercetusnya ide untuk membangun hotel halal pertama Thailand itu, Sanya mengatakan ia adalah inspirasi Rausak Mulsap, CEO dari hotel itu saat melihat peluang luas dalam industri halal.
Didorong oleh impian memiliki hotel halal di Thailand, Rausak memulai konstruksi Al Meroz Hotel tiga tahun lalu dengan investasi sebesar lebih satu miliar baht (S $ 40 juta).*