Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Menangkan Referundum, Turki Tinggalkan Sistem Parlemen

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 April 2017 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2017 11:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hasil referendum Turki terbaru membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan mendapatkan kekuatan lebih untuk berkuasa.

Referendum yang digelar untuk memberikan pilihan kepada rakyatnya terkait sistem pemerintahan yang dianut hasilnya menunjukkan, sebanyak 51,4 persen suara menyatakan “Ya”. Sementara sisanya sebesar 48,6 persen memilih “Tidak”.

Pernyataan “Ya” berarti menyetujui draf amandemen konstitusi agar mengubah sistem parlementer menjadi sistem presidensial. Meski menang tipis,  poling yang dilakukan kemarin, memperlihatkan rakyat negara itu mendukung perubahan konstitusi memperluas kekuasaan presiden Turki.

Sistem presidensial ini diyakini akan membuat Erdogan lebih berkuasa sejak pendiri Turki Mustafa Kemal Ataturk dan penggantinya Ismet Inonu.

Baca:  Ribuan Kaum Perempuan Turki Pro Referendum Dukung Erdogan

Hasil ini juga memiliki implikasi yang lebih luas kepada Turki yang telah bergabung dengan NATO sejak 1952 dan yang sejak setengah abad terakhir menetapkan pilihan untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilaporkan sekitar 80 juta adalah pemilih terdaftar untuk memilih dan lebih dari 1,3 juta pemilih Turki suara di luar negeri.

Pendukung Erdogan merayakan kemenangan itu dengan pertunjukan kembang api di Istanbul.

“Bersama rakyat, kita telah menyadari reformasi paling penting dalam sejarah kami,” kata Erdogan seperti dilansir APF, Senin (17/04/2017).

Erdogan juga menegaskan kepada para pendukungnya bahwa konstitusi yang baru akan “mendatangkan stabilitas dan kepercayaan yang diperlukan negara kita untuk berkembang dan bertumbuh.”

Erdogan mengatakan sistem yang baru akan menyerupai sistem pemerintahan Prancis dan Amerika Serikat sehingga bakal memberi ketenangan di tengah prahara yang ditandai dengan pemberontakan suku Kurdi,  perang di Suriah yang mendatangkan ribuan pengungsi.

Baca:  Usulan Konstitusi Baru Turki Hilangkan Jabatan Perdana Menteri

Kubu oposisi menentang usulan yang diajukan Erdogan. Mereka menilai sistem yang baru akan membuat posisi presiden menjadi terlalu berkuasa, tanpa adanya prinsip checks and balances.

Kubu oposisi menilai kemampuan Erdogan untuk tetap memimpin Partai AK (AKP) yang dia turut dirikan, akan mengakhiri ketidakberpihakan.

Kemal Kilicdaroglu, pemimpin Partai Rakyat Republikan (CHP), mengatakan dalam aksi di Ankara bahwa pilihan ‘Ya’ akan membahayakan Turki.

“Kita akan menaruh 80 juta orang ke dalam bus…dan kita tidak tahu ke mana arahnya. Kita menaruh 80 juta orang ke dalam sebuah bus tanpa rem,” ujarnya dikutip BBC.

Sementara itu Kepala Badan Pemilihan Umum Turki Sadi Guven telah menyatakan referendum ini dimenangkan oleh kubu ‘Ya’. Perhitungan ini didasarkan pada 99,5 persen kotak suara dengan jumlah sebesar 85 persen pemilih. Kerumunan besar pendukung mengibarkan bendera dirayakan di jalanan.

Baca: Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam

Presiden Dewan Pemilihan Agung Sadi Guven menegaskan, pilihan ‘ya’ — mengubah sistem pemerintahan ke presidensial– telah menang. Dia mengatakan, hasil resmi akan keluar dalam kurun 10 hari setelah sejumlah keberatan telah dipertimbangkan.

Pemimpin negara dari Azerbaijan, Palestina, Qatar, Pakistan, Hungaria, Macedonia, Arab Saudi, Sudan, dan Kenya memberikan ucapan selamat atas hasil referendum kepada Kementerian Luar Negeri Turki, tulis Anadolu.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekuasan Turkiparlemenperempuan TurkiRecep Tayyip ErdoganReferendum TurkiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mobilisasi Massa pada Pilkada Jakarta Dilarang Polda Metro, KPUD, dan Bawaslu DKI
Tulisan selanjutnya Surat untuk Jokowi, Darurat Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?