Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wakil PM Simsek: Turki Tak Akan Putus Hubungan dengan Barat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2017 21:21 9:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2017 21:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Turki tidak akan memutuskan hubungan dengan Barat, kata Wakil Perdana Menteri Mehmet Simsek, bahkan Ankara ingin mempererat hubungan kedua pihak.

“Turki tidak akan memutus hubungan dengan Barat. Sebaliknya, kami ingin mempererat hubungan dengan Barat,” kata Simsek dalam pidato pembukaan KTT Ekonomi Eurasia Ke-20 yang digelar oleh Marmara Group Foundation hari Rabu (5/4/2017) di Istanbul.

Menegaskan bahwa Turki telah mengambil langkah drastis sejak percobaan kudeta Juli 2016, Simsek mengatakan bahwa kebijakan yang diambil bukan dalam bentuk baru dan Ankara hanya terpaksa melakukan perlawanan terhadap ancaman yang muncul.

“Kami tidak akan menerapkan kebijakan isolasi (menutup diri dari dunia luar),” kata Simsek seperti dikutip Hurriyet.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih lanjut Simsek mengatakan bahwa dia yakin Turki akan kembali mencatatkan pertumbuhan lebih kuat dalam masa dekat.

Turki menuding Fethullah Gulen, tokoh Muslim yang bermukim di Amerika Serikat, sebagai otak percobaan kudeta tahun lalu. Menyusul peristiwa itu pemerintah melancarkan perburuan besar-besaran atas para pengikut Gulen, yang dituduhnya menyusup ke berbagai lembaga negara dan militer sebagai upaya untuk menggulingkan pemerintahan.

Menyatakan bahwa status darurat hanya bersifat sementara, Simsek mengatakan Turki tidak hanya bermasalah dengan Gerakan Gulenis, tetapi juga menghadapi imbas konflik di Suriah dan terorisme, baik yang berasal dari Partai Pekerja Kurdi (PKK) maupun ISIS/ISIL alias Daesh.

Simsek mengatakan, meskipun belakangan kondisi hubungan dengan Uni Eropa kurang baik, tetapi dia tetap meyakini bahwa Turki dan UE saling membutuhkan satu sama lain.

“Kami berkomitmen melakukan reformasi dalam konteks Uni Eropa,” wakil wakil PM itu. “Kami tak akan menyerah,” imbuhnya.

Erdogan: UE adalah Aliansi Salibis

Tidak jelas apakah yang dikatakan Simsek itu benar atau sekedar retorika belaka menjelang referendum 16 April, guna mendulang dukungan warga Turki yang tinggal di Eropa dan rakyat Turki yang berharap negaranya bisa bergabung dengan organisasi itu –yang dianggap memiliki prestise tersendiri. Pastinya, pernyataan itu kedengaran sangat berbeda dengan pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu belakangan.

  • Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Beberapa hari lalu, tepatnya pada hari Ahad (2/4/2017) di Ankara, di hadapan ribuan pendukungnya Erdogan berkata, “Semua pemimpin negara UE pergi ke Vatikan dan mendengarkan Paus dengan khidmat. Apakah sekarang kalian mengerti mengapa mereka tidak menerima Turki ke dalam UE selama 54 tahun? Situasinya sangat jelas terang benderang, itu adalah Aliansi Salibis. Tanggal 16 April juga akan menjadi hari untuk mengevaluasi hal ini.”

Erdogan merujuk pertemuan para pemimpin Uni Eropa dengan Paus Fransiskus pada 24 Maret 2017, sehari sebelum milad Uni Eropa ke-60. Dalam pertemuan itu Paus Fransiskus menyampaikan pesan seputar masa depan organisasi tersebut.

“Saya ternyata benar tentang apa yang telah katakan selama ini [tentang UE],” kata Erdogan. “Mereka sudah berbohong kepada kita berturut-turut selama 14 tahun. Dan mereka terus saja berbohong,” kata Erdogan.

Turki, negara yang 95 persen wilayahnya berada di belahan Asia (Semenanjung Anatolia) dan hanya 5 persen di belahan Eropa (Balkan), pertama kali mengajukan permohonan ke Brussels untuk menjadi anggota UE pada tahun 1987. Namun, prosesnya berjalan alot, tidak hanya karena sangat banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara pemohon, tetapi juga karena dua negara pendiri EU –Jerman dan Prancis– sebenarnya agak berat untuk menerima Turki sebagai anggota blok kerjasama negara-negara di Benua Eropa tersebut. Jerman adalah negara Eropa yang paling banyak menampung warganegara Turki perantauan, sekitar 3 juta orang. Prancis menyusul di urutan kedua, hampir satu juta orang Turki merantau ke negara itu menurut perkiraan tahun 2014.

Sikap bermusuhan pemerintahan Erdogan dengan UE belakangan dipicu oleh tudingan Ankara yang menyatakan negara-negara Eropa melindungi para pengikut Gulen, serta dipersulitnya acara pertemuan para pejabat Turki dengan warganya di Eropa guna mendulang dukungan bagi referendum 19 April yang akan memberikan kekuasaan lebih luas kepada Erdogan sebagai presiden.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Kongres Ekonomi Umat sebagai Sinergi Potensi Umat
Tulisan selanjutnya Polisi Minta Tunda Waktu Sidang Ahok, Mantan Ketua Hakim MK: Hakim Boleh Menolak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?