Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berpetualang ke Daerah Konflik, Pria Austria Ditangkap karena Kejahatan Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Mei 2017 21:06 9:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Mei 2017 21:06
Bagikan
Kelima anggota Task Force Pluto.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pria petualang asal Austria ini sudah dikenal pihak berwenang. Dia senang bepergian ke wilayah konflik di berbagai negara, sampai akhirnya ditangkap oleh polisi perbatasan Polandia dengan tuduhan kejahatan perang di Ukraina.

Dilansir Deutsche Welle Rabu (4/5/2017), seorang warganegara Austria ditangkap dengan tuduhan melakukan kejahatan perang di wilayah Donbass, Ukraina, telah ditangkap akhir pekan kemarin oleh polisi perbatasan Polandia. Surat perintah penangkapan dari otoritas Eropa dikeluarkan beberapa pekan lalu atas nama pria itu. Pemerintah Austria ingin agar orang tersebut secepatnya diekstradisi kembali ke negaranya.

Pria berusia 25 tahun itu dituduh “telah membunuh sejumlah tentara yang bertempur di Bandara Donetsk yang sudah menyerah dan/atau telah membunuh sejumlah warga sipil,” kata seorang jubir kantor kejaksaan di Wiener Neustadt, di Provinsi Niederösterreich (Austria Hilir). Tersangka sudah diperiksa atas pelanggaran undang-undang zat berbahaya.

Aparat terkait tidak memberikan informasi rinci perihal orang itu, karena perkaranya masih dalam tahap penyidikan. Koran Austria Kurier melaporkan bahwa tersangka bernama Benjamin F asal sebuah desa di negara bagian Vorarlberg di sebelah barat Austria. Dia dulu adalah pelajar berprestasi yang pandai memainkan biola dan bercita-cita menjadi instruktur ski. Pria itu juga tercatat sebagai sukarelawan pemadam kebakaran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di usia 17 tahun, Benjamin F masuk dinas militer Austria dan ditugaskan di Kosovo, di mana dia mengeluh sebab sementara pasukan Prancis ditugaskan ke lapangan, pasukan Austria tetap tinggal di barak. “Saya bosan setengah mati,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Dalam rangka mencari petualangan yang lebih menantang, pemuda itu pergi ke Somalia, di mana dia mengawal kapal-kapal yang melintasi perairan rawan bajak laut Somalia. Dia juga pernah mencoba mendaftar masuk Legiun Asing Prancis, tetapi gagal, lalu kembali ke Austria untuk bekerja di ibukota Wina sebagai petugas keamanan.

Ketika pecah perang di Ukraina bagian timur, Benjamin F berkenalan dengan para petualang maut lainnya di Facebook, dan bergabung dengan mereka di sana. Dalam wawancaranya dengan Kurier, dia menggambarkan Donbass pada tahun 2014 dalam kondisi kacau balau sepenuhnya. Banyak tentara yang mabuk-mabukan. Perjanjian Minsk mengubah pertempuran di garis depan menjadi perang parit melawan “para pemabuk dan tukang teler,” ujarnya.

Benjamin F lalu pergi Suriah untuk ikut memerangi ISIL alias ISIS alias Daesh. Pertama-tama dia bergabung dengan milisi Kurdi YPG, kemudian beralih ke Peshmerga di Iraq, ketika dia menganggap para anggota YPG terlalu relijius. “Semuanya terasa lebih hidup ketika ada kematian,” ujarnya saat diwawancarai.

Dia kemudian kembali ke Ukraina sebagai anggota Task Force Pluto, unit sukarelawan yang dibentuk oleh tiga warga Amerika dan seorang Austria, yang dikenalnya saat masih berdinas di kemiliteran.

“Mereka berangkat ke Ukraina dengan pandangan nasionalis guna mendukung Ukraina menghadapi Rusia,” kata Timo Vogt, seorang fotografer Jerman, kepada Deutsche Welle. Vogt mengikuti kegiatan Task Force Pluto di bagian timur Ukraina pada 2016 untuk mendokumentasi kiprah orang-orang asing di Donbass.

Ketiga orang Amerika dan dua Austria itu membuat tato yang sama di lengan mereka untuk menunjukkan kesetiakawanan, berbunyi “Molon Labe,” yang dalam bahasa Yunani Kuno artinya “mari ke sini dan ambil.” Konon itu adalah ekspresi pembangkangan yang diutarakan oleh Raja Leonidas I dari Sparta, ketika Raja Persia Xerxes memerintahkan agar pasukannya meletakkan senjata pada tahun 480 SM.

Vogt pernah bersama Benjamin F di sebuah parit kurang dari satu kilometer jaraknya dari Bandara Donetsk. “Saya melihat dia mengambil senjata dan menembak tanpa keraguan,” kata Vogt. “Dia bertempur untuk orang-orang yang berpandangan sama dengannya. Ketika sudah berbeda, maka dia akan beralih.”

Benjamin F bukan satu-satunya orang yang berpetualang dalam peperangan. Di Austria saja, 300 warga asli Autria atau warga naturalisasi ikut serta dalam konflik bersenjata di negara asing, menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Austria.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Didatangi Massa Aksi 55, MA Sampaikan Jaminan Ini soal Kasus Ahok
Tulisan selanjutnya Jika Putusan Kasus Ahok Dzalim, Amien Rais: Kita Buat Perhitungan Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?