Hidayatullah.com–Seorang pendeta India yang diculik setelah sebuah serangan pada rumah perawatan di kota pelabuhan Aden tahun lalu meminta bantuan dalam rekaman video yang diposting oleh salah satu situs berita Yaman.
Pendeta Tom Uzhunnalil diculik pada Maret 2016 ketika empat pria bersenjata menyamar sebagai saudara salah satu penduduk menerobos sebuah rumah, membunuh empat biarawari, dua anggota staf wanita Yaman, delapan orang tua dan seorang penjaga.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut dan motif dari insiden itu belum jelas, tetapi Presiden Abdurabbu Mansyur Hadi telah menyebut hal itu sebagai tindakan terorisme.
“Mereka memperlakukan saya sebaik yang mereka bisa lakukan,” kata Uzhunnalil, berbicara pelan dalam bahasa Inggris sebagaimana dikutip middleeastmonitor.com.
Baca: Misionaris Prancis Diculik, Anti Balaka Minta Bebaskan Jenderal Aljino
“Kondisi kesehatanku memburuk dengan cepat dan aku membutuhkan perawatan rumah sakit secepat mungkin,” tambah dia dalam rekaman yang diposting oleh situs berita Aden Time (www.aden-tm.net).
Tanggal 15 April 2017 tertulis di sebuah potongan kardus yang disisipkan di badannya.
Uzhunnalil mengatakan para penculiknya telah meminta tebusan pada pemerintah India dan keuskupan Katolik di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, tetapi respon yang diterima “tidak memberikan harapan”.
“Keluargaku tercinta, lakukan apapun agar dapat membantuku bebas. Tolong, tolong lakukan apapun agar dapat membantuku bebas. Semoga Tuhan memberkatimu karena itu,” dia memohon.
Baca: Pemberontak Syiah Houthi Lontarkan Rudal ke Makka dari Masjid Yaman
Keaslian rekaman tersebut belum bisa diverifikasi.
Komunitas Kristen minoritas Aden telah secara besar-besaran lari dari apa yang sebelumnya menjadi kota pelabuhan kosmopolitan sebelum kota itu menjadi zona konflik.
Selama perang sipil pada Maret 2015, pemberontak Syiah al-Houthi dukungan Iran menyerbu Aden, memaksa pasukan pemerintah meninggalkan kota itu. Koalisi Arab pimpinan Saudi sejak itu membantu petempur setempat mengusir pemberontak Syiah al-Houthi, tetapi keamanan di Aden belum sepenuhnya normal.*/Nashirul Haq AR