Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Lebih 1 Juta Anak Terlantar dan Kelaparan karena Perang Sudan Selatan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Mei 2017 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2017 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perang dan kelaparan yang melanda negara termuda di dunia, Sudan Selatan, telah memaksa lebih dari satu juta anak-anak meninggalkan rumah mereka, menciptakan krisis pengungsi paling mengkhawatirkan di dunia, badan Dana Anak PBB dan Badan Pengungsi PBB mengatakan dalam sebuah konferensi pers bersama pada Senin.

“Fakta mengerikannya, hampir satu dari lima anak-anak di Sudan Selatan terpaksa meninggalkan rumah mereka yang menggambarkan betapa merusaknya konflik di negara paling rentan sedunia itu,” kata Leila Pakkala, Direktur Regional untuk Afrika Timur dan Selatan UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund).

“Ditambah lebih dari satu juta anak-anak di dalam Sudan Selatan yang kehilangan rumah mereka, dan masa depan sebuah generasi benar-benar sedang berada di tepi jurang,” dia menambahkan.

Baca: Lebih Dari 370.000 Anak Yaman Terancam Kelaparan

Menurut perhitungan terbaru PBB, 62 persen dari 1,8 juta pengungsi dari Sudan Selatan merupakan anak-anak. Kebanyakan dari mereka telah tiba di Uganda, Kenya, Ethiopia, dan Sudan.

“Tidak ada krisis pengungsi yang lebih mengkhawatirkan aku dari pada Sudan Selatan,” kata Valentin Tapsoba, Direktur UNHCR Biro Afrika. “Pengungsi anak-anak menjadi lapisan luar dari kejadian darurat yang sangat mengganggu,” sebagaimana Anadolu Agency.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut PBB, lebih dari 1.000 anak-anak telah terluka maupun terbunuh sejak konflik pertama pecah pada 2013, sementara diperkirakan 1,14 juta anak-anak telah terlantar secara internal di negara Afrika Timur itu.

Baca:  Lebih dari 30.000 Anak Suriah Terancam Kelaparan di Perbatasan Yordania

Angka-angka dari PBB juga menunjukkan bahwa hampir sepertiga anak-anak negara itu putus sekolah, jumlah tertinggi anak-anak putus sekolah di dunia.

Sejak 2013, Sudan Selatan telah dilanda konflik berdarah antara tentara pemerintah yang setia pada Presiden Salva Kiir dan pemberontak yang mendukung mantan Wakil Presiden Riek Machar.

Pertempuran sejak itu merambat menjadi pembantaian etnis, menyebabkan terbunuhnya sepuluh ribu korban jiwa dan tiga juta orang lainnya kehilangan tempat tinggal mereka.*/Nashirul Haq AR                       

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaAfrika TimurBadan Anak-Anak Perserikatan Bangsa-BangsakelaparanlaparPBBperangsudan selatanUNHCRUNICEF
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Komisi I DPR Minta Pihak Asing Hormati Hukum Indonesia soal Ahok
Tulisan selanjutnya Pendeta India Diculik di Yaman Meminta Bantuan dalam Rekaman Video

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?