Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tanya China, Kenapa Winnie the Pooh Disensor?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2017 07:11 7:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2017 07:11
Bagikan
Presiden Xi Jinping dibandingkan dengan Winnie the Pooh oleh netizen China.
Bagikan

Hidayatullah.com—Karakter kartun Winnie the Pooh dikenal senantiasa memperkenalkan tindak-tanduk yang baik kepada anak-anak, meskipun terkadang kelakuannya konyol. Tapi, mengapa penguasa di China merasa tersinggung dengan karakter lucu itu, sehingga merasa perlu menyensornya?

Seperti dilansir BBC Senin (17/7/2017), pihak berwenang di China memblokir gambar Winnie the Pooh dari situs-situs media sosial, karena para blogger semakin sering membandingkan beruang kuning itu dengan Presiden Xi Jinping.

Ketika Xi Jinping tertangkap kamera melakukan jabat tangan bersejarah dengan PM Jepang Shinzo Abe dalam bahasa tubuh yang kaku, para penghuni dunia maya menanggapinya dengan menampilkan gambar Pooh sedang berjabat tangan dengan keledai Eeyore.

Kala Presiden Xi Jinping ditampilkan di media sedang berdiri di atas mobil kepresiden dengan kepala dan badan menyembul dari bagian atap, netizen lantas menyebarkan gambar Winnie the Pooh sedang menaiki mobil mungil di mana kepala dan badannya juga tampak menyembul dari bagian tengah kendaraannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika Xi Jinping ditampilkan sedang berjalan berdampingan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sebagai pembandingnya pengguna media sosial di China memasang gambar Winnie the Pooh sedang berjalan-jalan dengan Tiger.

Bukankah seorang kepala negara atau pemerintahan di seluruh dunia kerap dikritik, dikecam bahkan diolok-olok oleh rakyatnya sendiri? Lantas, mengapa penguasa negeri Tiongkok saat ini begitu geram dengan Winnie the Pooh yang dikenal sebagai karakter baik dan menyenangkan?

Seperti diketahui, musum gugur tahun ini China akan menggelar Kongres Partai Komunis. Dalam pertemuan lima tahunan itu akan dibahas antara lain pemilihan Komite Tetap Politbiro, sebuah lembaga yang sekaran terdiri dari tujuh orang yang berada di puncak struktur sistem politik di China. Lembaga ini berperan menentukan siapa yang akan menjadi kepala negara dan pemerintahan Tiongkok.

Xi Jinping, juga akan menggunakan Kongres agar terpilih menjadi presiden untuk periode kedua.

Sebagaimana diketahui, sejak menyatakan perang terhadap korupsi, Xi Jinping menciptakan musuh-musuh politik di mana-mana baik di pusat maupun daerah dari kalangan politisi maupun pengusaha. Sepertinya, pemerintahan Beijing tidak ingin ada pergerakan-pergerakan yang akan mengusik jabatan dan mencoreng citra Xi Jinping, termasuk oleh mereka yang menggunakan Winnie the Pooh sebagai alat untuk menciptakan sentimen publik dan menjadikannya simbol perlawanan terhadap penguasa di saat-saat penting seperti sekarang ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jika Paham Keagamaan Ditekan, Dinilai Malah Tambah Besar
Tulisan selanjutnya Pejabat Turki Ingin Menjaga Kehormatan Nasruddin Hoja dengan Hak Paten

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?