Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Serangan Anti Islam di Inggris Mayoritas Kulit Putih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 November 2017 23:25 11:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 November 2017 23:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Serangan kebencian terhadap Muslim (Islamophobia) di Inggris  meningkat sebesar 47 persen pada tahun 2016, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, lapor Lembaga Pemantauan Anti-Muslim Inggris, Tell MAMA, tulis Aljazeera.

Menurut sebuah laporan yang dirilis, 66 persen dari pelaku kebencian tersebut adalah laki-laki dan 69 persen adalah laki-laki kulit putih.

Laporan tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut sebagian besar menargetkan perempuan Muslim – 56 persen dari 642 korban adalah perempuan.

Tell MAMA mengatakan korban kejahatan kebencian terdiri dari berbagai latar belakang etnis.

Laporan yang dirilis kemarin mengatakan, meski tidak semua wanita Muslim mengenakan busana yang mengindikasikan mereka beragama Islam, mereka yang memakai jilbab, jubah dan pakaian lainnya, secara tidak langsung dijadikan sasaran oleh kelompok Islamofobia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Survey :’Muslimin Inggris korban Islamophobia’

Beberapa saat pasca referendum British Exit (Brexit) Uni Eropa (UE), Tell MAMA melaporkan sebuah serangan anti Muslim meningkat 47 persen, sementara kenaikan juga terlihat setelah serangan ke Tower Bridge 3 Juni, menyebabkan delapan korban tewas dan 48 orang cedera.

“Salah satu pendorong utama Islamofobia adalah cara beberapa media melaporkan tentang Muslim,” kata Asisten Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris (MCB), Miqdaad Versi dikutip Aljazeera.

Dia mengatakan ketika komentator menggunakan beberapa istilah, seperti ‘isu-isu Islam’, ia memperkuat narasi dan semua perbedaan yang diidentifikasi yang membuat stereotip dan membagi Muslim yang baik dan buruk.

“Mudah untuk percaya bahwa layanan terhadap mereka pasti berbeda,” katanya.

Baca: Lebih dari 200 Masjid Diserang di Eropa dan Inggris dalam 12 Bulan

Di antara mereka yang menyebabkan Muslim digambarkan sebagai ‘masalah’, termasuk serangan dan diskusi terus berlanjut mengenai daging halal yang diduga kejam terhadap hewan.

“Ini memancing gagasan bahwa umat Islam adalah ‘orang asing’. Karena itu, pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk memberantas kejahatan kebencian di semua lapisan masyarakat, “katanya.

Karenanya, Miqdaad meminta Pemerintah Inggris perlu mengambil tindakan serius mengatasi kejahatan kebencian terhadap semua masyarakat dengan cara yang setara dan proporsional, namun seperti yang terjadi saat ini  tidak demikian,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslamBrexitBritish ExitEropaHolocaustinggrisislamophobiakebencian terhadap IslamKulit Putih Tell MAMAMasjid Diserangvandalisme Kristallnacht
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Afghanistan Blokir Layanan WhatsApp dan Telegram
Tulisan selanjutnya Luhut Koordinator Pembentukan KEK Cikarang, Pernah Sebut Izin Meikarta Tak Bermasalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?