Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bunyi Tembakan Terdengar Saat Ribuan Etnis Rohingya Larikan dari Kekerasan di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Agustus 2017 15:20 3:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Agustus 2017 15:16
Bagikan
Muslim Rohingya duduk di perbatasan Bangladesh. Anggota Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) mencegah mereka agar tidak melangkah lebih jauh ke dalam Bangladesh [Reuters]
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Myanmar mengatakan telah mengevakuasi 4.000 penduduk non-Muslim di tengah bentrokan yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine di bagian barat laut, di saat ribuan Muslim Rohingya berusaha melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh pada hari Ahad lalu.

Menurut sebuah rilis resmi dikutip Reuters, jumlah korban tewas akibat kekerasan yang meletus pada hari Jumat dengan gerilyawan Rohingya telah meningkat menjadi 104, sebagian besar anggota gerilyawan. Ditambah 12 anggota pasukan keamanan dan beberapa warga sipil.

Pemerintah mengatakan sedang menyelidiki apakah ada anggota kelompok bantuan internasional yang terlibat dalam peristiwa pengepungan yang diduga dilakukan pemberontak di Rakhine.

PBB telah menarik keluar staf-staf nya yang tidak berkepentingan, dari daerah tersebut, kata seorang juru bicara. Sementara Pemimpin Katolik, Paus Fransiskus mengungkapkan solidaritasnya terhadap etnis Rohingya pada ibadah mingguannya di Roma.

Dengan meningkatnya lebih banyak kekerasan, ribuan etnis Muslim Rohingya – kebanyakan wanita dan anak-anak – berusaha untuk menyebrangi Sungai Naf, yang memisahkan Myanmar, Bangladesh dan perbatasan darat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Myanmar Alami Krisis HAM, Harus Segera Akui Muslim Rohingya

Wartawan Reuters di perbatasan mendengar tembakan dari sisi Myanmar, yang memicu para pengungsi Rohingya ketakutan dan terburu-buru, melarikan diri ke tanah tak bertuan di perbatasan antara negara-negara tersebut.

Di dekat Desa Gumdhum di Bangladesh, Amir Hossain yang berusia 61 tahun mengatakan kepada Reuters “Tolong selamatkan kami!”.

“Kami ingin tinggal di sini. Jika tidak, kami akan terbunuh,” lanjutnya.

Menurut perkiraan pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp darurat di Bangladesh, sekitar 2.000 orang telah berhasil menyeberang ke Bangladesh sejak Jumat lalu.

Amena Khatun (kedua dari kiri) dan keluarganya memasuki kamp Balukhali di Cox’s Bazar [CNN]
Kekerasan baru-baru ini menandai peningkatan dramatis konflik yang telah merebak di kawasan ini sejak Oktober tahun lalu, ketika serangan serupa, namun jauh lebih kecil, mendorong sebuah operasi militer brutal yang disebabkan oleh tuduhan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Perlakuan terhadap 1,1 juta minoritas Muslim Rohingya di dalam negara Myanmar (Burma) yang mayoritas beragama Buddha, telah muncul sebagai tantangan terbesar bagi pemimpin nasional Aung San Suu Kyi.

Baca:  Ekstremis Buddha Blokir Akses Muslim Rohingya

Suu Kyi hanya mengecam apa yang dilakukan kelompok gerilyawan pemegang senjata,  yang menyerang 30 kantor polisi dan sebuah pangkalan militer.

Win Myat Aye, Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Myanmar, mengatakan kepada Reuters pada Sabtu malam bahwa 4.000 “penduduk desa” yang telah meninggalkan desa mereka telah dievakuasi, merujuk pada penduduk non-Muslim di wilayah tersebut.

Pertikaian sedang Berlangsung

Sebuah kelompok Militer yang dikenal sebagai Tatmadaw melaporkan terjadinya beberapa bentrokan yang melibatkan ratusan gerilyawan Rohingya di negara bagian Rakhine utara pada hari Ahad.

“Pasukan Tatmadaw yang pergi ke Desa Nanthataung untuk operasi juga menghadapi sekitar 800 “teroris Bengali” pada pukul 9 pagi hari ini. Mereka masih bertarung di sana,” ujar pasukan militer dalam sebuah pernyataan.

Istilah “Bengali” dipandang menghina banyak orang Rohingya karena ini berarti mereka adalah imigran ilegal dari Bangladesh. Padahal, banyak warga Rohingya terdaftar sebagai keluarga di Myanmar selama beberapa generasi.*>> klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:bantuanBGBBiksuBuddhaekstrimis Buddhaetnis RohingyagerilyawanKekerasan di RakhineKofi AnnanMaungdawmyanmarPasukan Penjaga Berbatasan BangladeshpembakaranpemerkosaanRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Beli 17 Pesawat F-35, Jadikan Negara yang Miliki Satu squadron F-35 Selain AS
Tulisan selanjutnya MUI: Harus Ada Tindakan Lebih Tegas pada Pemerintah Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?