Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Syiah Iran Tinggalkan Jerman di bawah Ancaman Tuntutan Vonis Hukuman Mati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2018 05:50 5:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2018 05:50
Bagikan
Mahmoud Hashemi Shahroudi
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pemimpin senior Syiah Iran yang sedang disidik di Jerman karena tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan meninggalkan negara tersebut dengan menumpang sebuah pesawat yang menuju Iran pada hari Kamis, dengan mengurangi masa opnamenya yang singkat di sebuah klinik di Hanover, seorang pejabat Jerman mengatakan. Demikian laporan Reuters sebagaimana dikutip Arab News, Jum’at (12/01/2018).

Mahmoud Hashemi Shahroudi, mantan kepala pengadilan, berada di Jerman untuk menjalani pengobatan di klinik milik ahli bedah saraf keturunan Iran-Jerman Majid Samii saat para aktivis menyerahkan kepada jaksa apa yang mereka sebut sebagai catatan vonis hukuman mati yang dikeluarkan Shahroudi

National Council of Resistance of Iran (NCRI/Dewan Perlawanan Nasional Iran), sebuah kelompok oposisi yang dilarang, mengatakan bahwa tindakan Shahroudi mengeluarkan “ribuan” vonis hukuman mati sama dengan sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan dan mendesak jaksa Jerman untuk mengusutnya.

Para jaksa mengatakan mereka memeriksa pihak-pihak yang menjadi rujukan, termasuk politisi senior Green, Volker Beck. Kemudian, NCRI melaporkan bahwa Iran telah memesan tiket untuk Shahroudi dan rombongannya untuk meninggalkan negara tersebut.

Seorang pejabat pemerintah Jerman mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis sore bahwa Shahroudi berada di sebuah pesawat yang menuju Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Iran Hukum Gantung 20 Penganut Sunni

Sementara Jerman, seperti semua negara Uni Eropa, menentang hukuman mati, namun para jaksa Jerman tidak secara otomatis bertindak menangani kasus-kasus eksekusi di negara lain yang diserahkan kepada mereka.

Pengeluaran vonis hukuman mati bisa sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, jika vonis itu menjadi bagian dari serangan sistematis terhadap penduduk sipil.

Seorang aktivis NCRI mengecam keberangkatan Shahroudi. “Dia seharusnya diadili atas ribuan eksekusi di Iran,” kata Shahin Gobadi, anggota komite urusan luar negeri NCRI.

Juru bicara NCRI Javad Dabiran mengatakan kelompok tersebut telah melihat Shahroudi meninggalkan rumah sakit Hanover dalam sebuah iring-iringan kendaraan sebelum berangkat dari bandara Hamburg dengan pesawat Iran Air pada pukul 1325 waktu setempat (1225 GMT).

NCRI mengatakan pihaknya telah mengajukan pengaduan resmi kepada jaksa penuntut, dan menuduh Shahroudi melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan mendesak Berlin untuk mencegah Shahroudi meninggalkan Jerman.

Baca: Ulama Sunni Libanon Dijatuhi Hukuman Mati

Surat perintah penangkapan harus dikeluarkan oleh pengadilan konstitusional Jerman.

Shahroudi adalah kepala pengadilan Iran selama satu dekade dan saat ini adalah kepala Dewan Ketahanan, sebuah badan yang bertugas menyelesaikan perselisihan antara parlemen dan badan pengawas garis keras, Dewan Pelindung.

Reuters tidak bisa segera menghubungi Shahroudi untuk dimintai pernyataan.

Kunjungan Shahroudi ke sebuah rumah sakit di Jerman memicu kemarahan beberapa warga Iran yang merasa bahwa para pejabat di Iran harus menggunakan sistem kesehatan yang sama dengan warga biasa.

Parviz Davoudi, seorang pejabat di kantornya, mengatakan pada hari Senin bahwa “Shahroudi sedang dalam perjalanan ke Jerman, dan hanya melakukan perjalanan (untuk menjalani pengobatan) itu setelah dokter bersikeras bahwa ada keadaan gawat darurat .”/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dewan Perlawanan Nasional Iranhukuman matiiranMahmoud Hashemi ShahroudiNCRIPemimpin Syiahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Melaporkan Emirat ke PBB Karena Langgar Wilayah Udara
Tulisan selanjutnya Dokter Inong: Agar Tak Tertular HIV/AIDS, Jangan Berzina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?