Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunjangannya Dibekukan Ini Ratapan ‘Pangeran Degil’ Belgia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 April 2018 13:22 1:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 April 2018 13:21
Bagikan
Pangeran Laurent, adik Raja Philippe Belgia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Tunjangan bulanan Pangeran Laurent ditangguhkan selama setahun, demikian keputusan parlemen federal Belgia. Parlemen juga memangkas 15% dari tunjangannya yang mencapai 307.000 euro (sekitar 5,2 miliar rupiah) setahun.

Sanksi itu diberikan kepada adik Raja Philippe itu setelah dia menghadiri sebuah acara di Kedutaan China tahun lalu tanpa izin dari pemerintah Belgia, dengan mengenakan seragam lengkap angkatan laut. Padahal sebelumnya, PM Belgia Charles Michel sudah memperingatkan agar Laurent meminta izin kementerian luar negeri dahulu sebelum melakukan aktivitas diplomatik apapun. Namun, bangsawan itu rupanya tidak mengindahkan peringatan tersebut. Dia tetap pergi ke Kedubes China, bahkan memajang di Twitter fotonya ketika di sana., lapor BBC Jumat (30/3/2018).

Sebelum parlemen mengambil keputusan lewat pemungutan suara, Pangeran Laurent menulis surat panjang penuh perasaan kepada parlemen. Dalam suratnya dia mengatakan bahwa, sebagai seorang anggota keluarga kerajaan, dia tidak bisa bekerja mencari nafkah.

“Tunjangan ini, pemangkasannya yang sedang dibahas akibat pengaruh politik dan media, nilainya sama dengan hidup saya,” kata Laurent.

Pangeran berusia 54 tahun itu mengatakan keluarga kerajaan selalu menjegal upayanya untuk mandiri secara finansial.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya bahkan harus meminta izin untuk menikah, dan bahkan sekarang saya harus membayar [kesalahan] saya karena memilih seorang wanita yang saya cintai yang tidak memiliki gelar bangsawan atau harta,” tulisnya dalam 3 lembar surat pembelaan diri.

Pangeran Laurent mendapat julukan ‘Pangeran Degil’ karena sebagian tindak-tanduknya yang dianggap melanggar aturan.

Kehadirannya di perayaan ke-90 tahun militer China di Kedubes China di Brussels bukan pelanggaran pertama yang dilakukannya. Dia diketahui memiliki sejumlah catatan pelanggaran kecepatan berkendara di jalan raya.

Pangeran Laurent juga pernah disemprit karena menghadiri pertemuan dengan mendiang Muammar Qadhafi di Libya. Pada tahun 2011 dia melakukan kunjungan tanpa izin ke Republik Demokratik Kongo, bekas koloni Belgia.

Meskipun demikian, Laurent juga dipandang sebagai sosok yang menyenangkan, lapor AFP. Pencinta binatang itu pernah mengaku dirinya berharap dapat bercakap-cakap dengan oktopus atau lalat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bin Salman Bertemu dengan Para Produser Film Hollywood
Tulisan selanjutnya Kekompakan Aa Gym, TGB, dan UAS Saat Berkuda Bareng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?