Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembantaian 100 Santri Tahfizh Qur’an di Kunduz Picu Kemarahan Massal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 April 2018 09:25 9:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 April 2018 09:25
Bagikan
#kunduzmassacre
Bagikan

Hidayatullah.com– Laporan-laporan mengenai puluhan penduduk sipil yang terbunuh dalam serangan udara di sekolah agama (madrasah) oleh pasukan Afghanistan telah memicu protes keras.

Sementara pemerintah berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh insiden mematikan di distrik Dasht-e-Archi provinsi Kunduz utara, partai Hezb-e-Islami yang dipimpin mantan Kepala Mujahidin, Gulbuddin Hekmatyar, pada Rabu menyebut serangan itu “Kejahatan Perang terhadap Manusia.”

Pejabat Afghanistan bersikeras serangan itu hanya membunuh tersangka militan. Tetapi kantor berita setempat mengatakan lebih dari 100 penduduk sipil terbunuh dalam serangan udara mematikan atas sekolah agama, yang berdekatan dengan sebuah masjid, di distrik Dasht-e-Archi wilayah yang dikuasai Taliban.

“Seluruh rakyat Afghanistan meyakini bahwa ledakan di kota-kota dan masjid-masjid, yang targetnya membunuh ulama dan pemimpin mujahidin, bombardir di madrasah dijalankan dari satu alamat yang menginginkan berlanjutnya perang dan menganggap perdamaian sebagai sesuatu yang berlawanan dari kepentingan mereka,” Hezb-e-Islami menekankan unsur-unsur yang dianggap salah dalam pemerintah karena mendorong konflik.

Baca: Keluarga Korban Minta Tanggung Jawab Pembantaian 100 Hafizh Qur’an di Kunduz

Militer Afghanistan berdalih, sebuah pertemuan yang diduga dilakukan Quetta Shura Taliban telah terkena serangan udara pada kemarin di distrik Dasht-e-Archi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dalam seragan udara oleh Angkatan Udara Afghanistan sekitar jam 11 pagi [0630 GMT], 15 teroris Taliban, termasuk seorang anggota Quetta Shura, Mawlawi Baryal, terbunuh dan 10 lainnya terluka,” pernyataan itu mengatakan mengenai serangan udara mematikan Senin itu.

Gambar para santri dari upacara agama di madrasah di Dasht-e-Archi yang menggenakan turban tradisional dan gamba setelah serangan dengan jasad anak-anak berlumuran darah telah secara luas tersebar di media sosial.

Penduduk Afghanistan yang marah telah mengecam pemerintah Kabul dan pendukung Baratnya di media sosial, sementara media cetak setempat menyebut pemboman mematikan di tempat publik itu sebagai “kesalahan bencana”.

Baca: Korban Serangan Bom Afghanistan Meningkat 74 orang

Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendukung laporan korban sipil.

Qareebur Rehman, seorang anggota Keamanan dan Keadilan untuk Penduduk Sipil, mengatakan pada Anadolu Agency mengenai penemuan mereka yang mengindikasi bahwa lebih dari 300 orang, kebanyakan penduduk sipil berada di sekolah agama itu ketika serangan terjadi, dan sekitar 50 penduduk sipil kehilangan nyawa mereka dalam serangan tersebut.

Presiden Mohammad Ashraf Ghani memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional pada malam Selasa untuk membahas masalah itu.

Diapit oleh pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Ketua Eksekutif Abdullah Abdullah yang berbagi kekuasaan dengan presiden, para menteri dan para penasihat senior, Ghani memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

Didukung oleh kekuatan militer udara Amerika, pasukan Afghanistan telah melancarkan sebuah operasi militer ekstensif terhadap pejuang Taliban yang sejauh ini tidak menanggapi tawaran perdamaian yang diperpanjang oleh Presiden Mohammad Ashraf Ghani pada Februari.

Kunduz masih merupakan salah satu benteng terkuat bagi Taliban. Ibukota provinsi itu telah dua kali jatuh tangan Taliban dalam tiga tahun terakhir./ Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#kunduzmassacreAfghanistanAmerika SerikatASAshraf GhaniDasht-e-Archiinvasi AS di Afghanistankrisis AfghanistanKunduzPBBpembantaian santri Kunduzpenghafal al-QuranPresiden AfghanistantahfizhTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OKI Mengecam Kekerasan di Wilayah Kashmir
Tulisan selanjutnya OPCW Menolak Keikutsertaan Rusia dalam Penyelidikian Peracunan Skripal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?