Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

NATO Dukung Serangan ke Suriah oleh AS, Inggris dan Prancis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2018 19:42 7:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2018 19:42
Bagikan
Jens Stoltenberg
Bagikan

Hidayatullah.com– Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan dukungannya terhadap serangan udara Barat yang menargetkan rezim Bashar Al Assad di Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan kimia pada hari Sabtu (14/04/2018).

“Saya mendukung tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris dan Prancis. Ini akan mengurangi kemampuan rezim untuk menyerang lebih lanjut rakyat Suriah dengan senjata kimia,” kata Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP.

Stoltenberg mengatakan penggunaan senjata kimia rezim Suriah merupakan pelanggaran internasional. Bahkan NATO menganggap hal itu mengancam perdamaian dan keamanan dunia.

“Kami juga membahas situasi di Suriah. Kami mengecam sekeras-kerasnya penggunaan senjata kimia. Serangan terbaru itu keji, membunuh puluhan orang, termasuk banyak anak. Kami menyerukan kepada rezim Suriah dan para pendukungnya untuk memberi akses penuh dan tanpa hambatan pada bantuan medis internasional dan pemantauan internasional,” tandas Jens Stoltenberg.

Baca: Media Suriah Sebut Puluhan Rudal AS Ditembak Jatuh

“Serangan (gas kimia) merupakan pelanggaran yang jelas terhadap norma dan kesepakatan internasional. NATO menganggap penggunaan senjata kimia sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan percaya bahwa itu penting untuk melindungi Konvensi Senjata Kimia,” tambah Stoltenberg.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, hari Sabtu, (14/04/2018), Amerika Serikat (AS) didukung Prancis dan Inggris memutuskan serangan udara  yang diklaim menargetkan sejumlah fasilitas senjata kimia milik Suriah. Serangan itu bertujuan menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang diyakini mendalangi serangan kimia di Douma, pekan lalu, yang menewaskan puluhan warga sipil.

Baca: Putuskan Serang Suriah, AS Tembakkan 100 Rudal Tomahawk

Militer AS mengerahkan kapal perang dan pesawat pengebom yang meluncurkan sejumlah rudal, termasuk Tomahawk, dalam serangan udara itu.

Sedangkan Inggris mengerahkan empat jet tempur Tornado yang menembakkan sejumlah rudal Storm Shadow ke target-target di Suriah.

Sementara militer Prancis mengerahkan kapal perang jenis frigate dan jet tempur Rafale yang menembakkan rudal jelajah ke target, tanpa memasuki wilayah Suriah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatASAS Serang SuriahBarat Serang SuriahDonald TrumpDoumaGhouta TimuringgrisiranNATOPakta Pertahanan Atlantik Utara Jens StoltenbergPrancisrudalrusiaSekutu Amerikasenjata kimiasuriahTomahawk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Dukung Rencana Redistribusi Aset Pemerintah
Tulisan selanjutnya Prancis Mengklaim Rudalnya Sukses Hancurkan Gudang Senjata Kimia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?