Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahanan Muslim di China Dipaksa Makan Daging Babi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2018 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2018 14:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Otoritas China memaksa tahanan Muslim di Xinjiang, Beijing memakan daging babi dan minum alkohol sebagai salah satu hukuman di kamp penahanan,  bernama Kamp Pendidikan Ulang.

Dengan mengatasnamakan pendidikan budaya, mereka memaksa tahanan Muslim untuk minum alkohol dan makan daging babi, tulis The Independent.

Mengungkap itu, seorang mantan tahanan, Omir Bekali (42), mengatakan hukuman itu bertujuan untuk menghapus keyakinan dalam Islam, mengubah pemikiran politik tahanan dan ‘membentuk’ identitas mereka.

Bekali mengatakan dia dan tahanan lain dipaksa untuk menolak dan membenci Islam dan hukuman keras akan diberikan termasuk dipaksa untuk makan daging babi bagi mereka yang menolak untuk menyampaikan keinginan mereka.

Baca: Otoritas China Berusaha Halangi Muslim Uighur Puasa Ramadhan

Bahkan, para tahanan dipaksa untuk mengkritik diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai dan berterima kasih kepada Partai Komunis yang kuat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bekali ditahan tanpa pengadilan dan tanpa akses pengacara. Dipaksa mengingkari keimannya sambil memuji-muji Partai Komunis China .Saking tak kuatnya, pria Kazakhstan ini sempat berpikir untuk bunuh diri pada hari ke-20 dari tujuh bulan masa penahanannya.

“Tekanan psikologis sangat besar, ketika Anda harus mengkritik diri sendiri, mencela pemikiran Anda – kelompok etnis Anda sendiri,” kata Bekali, yang menangis ketika menjelaskan kamp tersebut.Ketika menolak mengikuti instruksi, Bekali dipaksa berdiri menghadap dinding selama lima jam.

“Seminggu kemudian, saya dikirim ke isolasi sel tanpa makanan selama 24 jam.

“Itu masih menghantui saya sampai hari ini.

“Tekanan fisik dan mental yang harus dihadapi menyakitkan, saya pernah berpikir untuk bunuh diri,” katanya.

Sejak awal 2017 pihak berwenang di wilayah Xinjiang diperkirakan telah menahan puluhan atau bahkan ratusan ribu Muslim di kamp-kamp, termasuk beberapa warga negara asing.

Sementara seorang sejarawan terkemuka menyebutnya “pembersihan budaya”.

“Pembersihan budaya adalah upaya Beijing untuk menemukan solusi akhir terhadap masalah Xinjiang,” kata James Millward, seorang sejarawan China di Georgetown University.

Rian Thum, seorang profesor di Loyola University di New Orleans, mengatakan sistem pendidikan ulang China menggemakan beberapa pelanggaran hak asasi manusia terburuk dalam sejarah.

“Analogi terdekat mungkin adalah Revolusi Kebudayaan karena ini akan meninggalkan efek psikologis jangka panjang,” kata Prof Thum. “Ini akan menciptakan trauma multigenerasi di mana banyak orang tidak akan pernah pulih.”

Baca: Usaha China Menghapus Identitas Etnis Muslim Uighur

Diperkirakan sekitar 900.000 hingga satu juta Muslim China telah ditahan di kamp  sebagai upaya Beijing untuk mengekang gerakan Muslim.

Banyak pejabat Xinjiang menolak berkomentar, ​​tetapi beberapa mengatakan bahwa perubahan ideologis diperlukan untuk memerangi separatisme dan ekstremisme Islam, demikian istilah yang dipakai pemerintah komunis.

Kamp-kamp semacam itu telah berkembang pesat selama setahun terakhir, dengan hampir tidak ada proses peradilan atau dokumen hukum.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babiBeijingchinakomunisMuslimMuslim ChinaOmir Bekalipartai komunis chinaTahanan Muslimxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua MPR sebut Kemenag Blunder, Minta Daftar Muballigh Ditarik
Tulisan selanjutnya Polisi India Keluarkan 106 Kapsul Kokain dari Perut Seorang Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?