Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Warga Swedia Memasang Chip Identitas di Tubuhnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juni 2018 05:25 5:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Juni 2018 21:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan orang di Swedia memasang chip berukuran sangat kecil ke bawah kulit tubuhnya dengan tujuan memudahkan mereka sehingga tidak perlu lagi membawa beraneka ragam kartu seperti kartu identitas, kartu anggota klub kebugaran, dan kartu pegawai ketika bekerja.

Menurut laporan AFP, sekitar 3.000 warga Swedia telah memasang chip mikro ke dalam tubuhnya selama tiga tahun terakhir.

Perangkat elektronik itu hanya berukuran kira-kira sebutir beras dan dipasang di punggung tangan dengan bantuan jarum suntik.

“Teknologi ini luar biasa nyaman,” kata Ben Libberton, seorang pakar mikrobiologi yang bekerja untuk MAX IV Laboratory kepada Euronews Jumat (31/5/2018).

Banyak pegawai yang menggunakannya untuk bisa masuk ke tempat kerja, sebagai kartu anggota klub kebugaran, membeli tiket kereta dan bahkan membeli makanan dari mesin penjual otomatis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam setahun, sekitar 130 penumpang menggunakan jasa kereta nasional Swedia untuk memesan tiket.

Namun, tindakan itu bukannya tanpa risiko.

Libberton mengatakan bahwa sekali orang mengimplan chip mungil itu ke dalam tubuhnya berarti dia menyerahkan seluruh data pribadinya.

“Masalah besarnya adalah cara penanganan data, yang akan menjadi masalah kemudian adalah bagaimana data itu disimpan … jika data itu tidak aman, seseorang dapat mencuri data Anda begitu data tersebut diberikan, dan sulit untuk mendapatkannya kembali,” kata Libberton.

Dia juga memperingatkan bahwa seseorang bisa jadi menyerahkan semua data pribadinya tanpa disadari ketika mereka menandatangani pernyataan syarat dan ketentuan.

Meskipun demikian, di Swedia teknologi microchip ini sudah sangat populer di Swedia. Sejumlah perusahaan bahkan dikabarkan menggelar pesta implan microchip untuk pegawainya.

Epicenter, sebuah pusat digital di Stockholm yang menampung lebih dari 300 lab perusahaan rintisan untuk perusahaan yang lebih besar, menggalakkan penggunaan chip tersebut di kalangan pekerjanya beberapa tahun terakhir.

Salah satu alasan kenapa microchip sangat populer di Swedia adalah “karena negara itu relatif kecil, kebanyakan penduduknya memiliki kepercayaan diri tinggi dan juga mempercayai otoritas di sana,” kata Libberton.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mariano Rajoy Terdepak dari Kursi PM Spanyol karena Skandal Dana Partai
Tulisan selanjutnya Jurnalis Rusia Babchenko Beberkan Cara Memalsukan Kematiannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?