Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tren Pernikahan Mewah Bikin Warga Uganda Terlilit Utang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juli 2018 08:29 8:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juni 2018 07:30
Bagikan
Pastor Moses dan Joan, warga Uganda yang terlilit utang akibat menggelar pesta pernikahan yang mewah.
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam rangka memamerkan kekayaan atau demi mendapatkan status sosial, dan karena tidak ingin kalah dari tetangga, banyak orang di Uganda sekarang ini berlomba-lomba menyelenggarkan pernikahan mewah.

Saat ini, usaha penyelenggaraan pesta pernikahan merupakan bisnis besar di Uganda. Pasangan pengantin berlomba-lomba memesan gaun yang indah, menyewa tempat acara yang bergengsi dan tentunya menyedot dana super besar.

Seorang wedding planner di Uganda bernama Rita memberikan sejumlah tips bagaimana menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah, sehingga banyak orang-orang berdecak kagum. Namun, tak lupa dia pun memperingatkan perihal konsekuensi pahitnya, yaitu utang yang menggunung.

“Kami di sini, Uganda, senang dengan pesta pernikahan. Saya Rita seorang wedding planner di Kampala. Apabila Anda ingin menyelenggarakan pernikahan yang menakjubkan di Uganda, berikut tips unggulan dari saya,” kata Rita di depan kamera BBC dalam program Money & Power (21/6/2018).

Pertama, jangan lupakan tradisi. “Di Uganda, Anda tidak bisa menyelenggarakan pernikahan di gereja tanpa mengunjungi para orangtua. Sebelum Anda melakukan hal itu, Anda tidak dapat melanjutkan proses pernikahan ke tahap selanjutnya,” kata Rita.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua, pilih tempat acara yang mengagumkan. Pasangan yang akan menikah di Uganda sekarang ini menghabiskan uang ribuan dolar untuk tempat acara pernikahan mereka. Sementara orang pada umumnya menggelar pesta di rumah, tetapi di masa kini tidak sedikit orang yang memilih resor atau tempat wisata untuk menggelar pesta pernikahannya. “Perlu diingat bahwa setiap orang ingin tempat acara yang mengagumkan,” kata Rita.

Ketiga, buat dekor yang dapat menimbulkan efek OMG (Oh my God!) di benak orang-orang yang hadir. Hadirin sebisa mungkin harus dibuat terkagum-kagum dengan dekorasi tempat resepsi pernikahan. Ekspresi semacam “Oh my God, kamu lihat gak?” harus bisa dimunculkan ketika orang berada di tempat acara, kata Rita.

Keempat, hiburan musik harus mampu membuat tamu undangan bergoyang. “Kami orang Uganda sangat senang berdansa. Kami akan berjoget menari di pernikanan Anda dan bersenang-senang,” ujar Rita.

Kelima, sajikan hidangan istimewa. “Di sini kami sajikan makanan tradisional, rangkaian buah-buahan di atas meja di sana. Tukang kateringnya melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata wedding planner itu seraya memperlihatkan meja-meja berisi makanan dalam sebuah acara pesta pernikahan. “Memberi makan 1.500 orang merupakan perkara besar,” ujarnya.

Namun, pesta pernikahan yang mewah itu bukan tanpa masalah.

Sebagian pasangan mempelai kewalahan akibat menghabiskan banyak uang hanya untuk membuat keluarga, teman dan tetangganya berdecak kagum di hari pernikahan mereka.

Rita mengunjungi salah satu kliennya yang menikah dua tahun silam.

“Sekarang ini mereka menghadapi kesulitan keuangan, akibat biaya-biaya yang harus mereka keluarkan untuk pernikahan. Mereka terlilit utang dan hal itu berdampak besar pada perkawinan mereka,” kata Rita sambil berjalan menuju ke rumah kliennya tersebut.

Moses adalah seorang pastor muda yang hidupnya mengandalkan donasi dari masyarakat. Istrinya, Joan, merupakan ibu muda dan hanya memiliki pekerjaan serabutan.

“Saya mengalami tekanan sangat berat, terutama karena saya seorang pastor, sebagai wakil Tuhan di lingkungan dan masyarakat serta di gereja,” kata Moses.

Moses dan Joan menghabiskan $10.000 (sekitar 140,9 juta rupiah) untuk pernikahan mereka, tetapi tak sanggup menanggungnya. Dua tahun berlalu dan mereka masih belum dapat melunasi utang-utangnya.

“Akibat stres, Anda dapat mengalami depresi sebagai seorang istri,” kata Joan. “Anda merasa suami tidak dapat memenuhi kebutuhan, Anda merasa benar-benar telah berbuat kesalahan.”

Parlemen Uganda sedang mempertimbangkan untuk membuat satu peraturan perundangan yang mengatur penyelenggaraan pesta pernikahan. Harapannya, undang-undang itu dapat mencegah warga yang akan menikah dari terjerumus ke dalam kubangan utang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hore! Wanita Iran Kegirangan Boleh Masuk Stadion Nobar Piala Dunia 2018
Tulisan selanjutnya Kisah Jamaah Membawa Palu ke Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?