Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sebut Perempuan Bercadar bagai ‘Kotak Surat,’ Nantan Menlu Inggris Tolak Minta Maaf

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2018 05:10 5:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2018 10:05
Bagikan
Boris Johnson
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan menteri luar negeri Inggris Boris Johnson menolak meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut perempuan berbusana burka mirip kotak surat berjalan, dan para tokoh Muslim mendesak Partai Konservatif untuk memecatnya.

Pendiri Forum Muslim Konservatif, Lord Sheikh mengatakan bahkan tuntutan permintaan maaf saja tidak cukup. Dia meminta agar partai melucuti Johnson dari posisinya sehingga ia tidak bisa lagi mewakili partai konservatif yang populer sebagai Partai Tory itu, kutip BBC.

Dalam sebuah artikel, Boris Johnson mengatakan perempuan Muslim yang mengenakan burka “terlihat bagai kotak surat” dan membandingkannya dengan “para perampok bank”. Seorang sumber mengatakan Johnson bersikukuh atas pendapatnya itu.

Seorang sumber yang dekat dengan Johnson mengatakan: “Kita tidak boleh jatuh ke dalam perangkap untuk membungkam perdebatan tentang masalah-masalah yang sulit.”

“Kita harus membicarakannya dengan lantang. Jika kita gagal berbicara untuk nilai-nilai liberal, maka kita hanya akan memberikan dasar kepada kaum reaksioner dan ekstremis.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Dua Menteri Arsitek Brexit Mundur, Pemerintah Inggris Jatuh ke Jurang Krisis 

Boris Johnson menyebut perempuan berbuka atau bercadar tampak bagaikan kotak surat berjalan -mereujuk pada bentuk kotak untuk pengiriman pos yang menyisakan satu hgaris lupbang untuk menyelipkan surat.

Dalam artikelnya di harian Daily Telegraph, Boris Johnson mengatakan cadar yang menutupi sepenuh wajah penuh tidak boleh dilarang, tetapi menurutnya memang tampak “konyol”.

Perdana Menteri Theresa telah mendukung ketua Partai Konservatif, Brandon Lewis, yang menuntut Johnson meminta maaf. Perdana menteri mengatakan pernyataan itu “jelas menyinggung”.

Lord Sheikh, mantan penasihat Perdana Menteri terdahulu, David Cameron, mengatakan kepada BBC Newsnight: “Ambil kewenangan dari dia (Boris Johnson). Kenapa tidak? Dia bukan manusia super, dia anggota partai. Ketua partai dan perdana menteri punya hak untuk bertindak.~

“Langkah (jika menindak Johnson) tidak berlebihan, dan itu hal yang ingin saya lihat.”

Baca: Cadar Menghantui Kampus Islam?

Baroness Warsi menegaskan, Boris Johnson harus ditindak jika tidak mau meinta maaf.

Boris Johnson adalah seorang tokoh konservatif terkemuka. Ia pernah menjadi walikota London yang populer, dan telah lama dipandang sebagai kandidat potensial untuk kepemimpinan Partai Konservatif.

Dia memimpin kampanye keluar Uni Eropa atau Brexit yang sukses dalam referendum Uni Eropa tahun 2016, dan mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri bulan lalu sebagai protes terhadap rencana Brexit yang ditetapkan POM Theresa May.

Atas artikelnya di Daily Telegraph, Boris Johnson dituduh menggunakan isu cadar perempuan Muslim sebagai “sepakbola politik” untuk mendongkrak ambisi kepemimpinannya.

Mantan Ketua Partai Konservatif Baroness Warsi, perempuan Muslim pertama yang duduk di kabinet Inggris, menyerukan tindakan disipliner terhadap Johnson jika dia tidak meminta maaf.

Tapi Laura Perrins, dari situs web Perempuan Konservatif, menganggap seruan untuk tindakan lebih lanjut terhadap Johnson sebagai “omong kosong otoriter yang harus kita tolak”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Boris JohnsoncadaringgrisjilbabMuslimniqab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Alwaleed Bin Talal Mengakuisisi 2,3% Saham di Snapchat
Tulisan selanjutnya Kerugian Perang Suriah Mencapai 400 Miliar Dollar Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?