Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Kanada Cabut Gelar Warga Kehormatan Aung San Suu Kyi

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 September 2018 11:35 11:35 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 September 2018 11:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Parlemen Kanada dengan suara bulat, Kamis (27/09/2018), mencabut status Warga Negara Kehormatan (WNKK) untuk pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Pada 2007, Kadana memberikan status kehormatan yang langka itu, karena peran Suu Kyi dalam perjuangan demokrasi negaranya bahkan sempat lama menjadi tahanan.

Pembatalan tersebut dipicu oleh krisis Rohingya yang telah menodai reputasi internasionalnya karena menolak mengakui kekejaman oleh militer bangsanya terhadap minoritas Rohingya. Ottawa pekan lalu menyatakan krisis itu sebagai genosida.

“Pada 2007, Majelis Rendah menganugerahi Aung San Suu Kyi status warga negara kehormatan Kanada. Hari ini, majelis dengan suara bulat menyampaikan mosi untuk menghapus status itu,” kata Adam Austen, juru bicara untuk Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland.

Langkah anggota parlemen di House of Commons Kanada muncul sehari setelah Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan bahwa parlemen mempertimbangkan kembali apakah Suu Kyi masih pantas memegang status warga kehormatan.

Namun, PM Trudeau juga mengatakan langkah itu tidak akan mengakhiri penderitaan ratusan ribu orang Rohingya, yang merupakan minoritas muslim tanpa kewarganegaraan Myanmar yang mayoritas penganut Buddha.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Museum Peringatan Holocaust Cabut Penghargaan pada Aung San Suu Kyi

Pada tahun 2007 Kanada memberikan gelar warga kehormatan kepada Aung San Suu Kyi , hanya satu dari enam orang yang diakui.

Gelar warga kehormatan telah diberikan di Kanada oleh resolusi gabungan kedua majelis parlemen. Pejabat setempat mengatakan kepada Reuters, bahwa penyematan status pada Suu Kyi harus secara resmi dihapus dengan cara yang sama ketika diberikan.

“Langkah selanjutnya masih belum dipastikan,” anggota parlemen Liberal Andrew Leslie mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis.

“Sekarang mesin pemerintah benar-benar akan menelaah rincian tentang apa saja hal khusus yang diperlukan untuk memberikan tindakan nyata padanya (Suu Kyi),” lanjut Leslie menjelaskan.

Suu Kyi, mendapat tekanan internasional setelah serangan brutal militer Myanmar kepada etnis Muslim Rohingya yang dimulai tahun lalu membuat lebih dari 700.000 warga Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh.

Baca: Kota Oxford Cabut Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi, Komnas HAM Mengapresisasi.

Mereka kini tinggal di kamp-kamp pengungsian, merasa takut untuk kembali ke rumahnya di Rakhine State meskipun sudah ada kesepakatan repatriasi (pemulangan kembali).

Penyelidikan menemukan, etnis Muslim Rohingya mendapat perlakukan kejam, seperti; pembunuhan luar biasa, kekerasan seksual, dan pembakaran rumah-rumah. Militer membantah hampir semua tuduhan, menyebut kekerasan itu sebagai upaya untuk membasmi militan Rohingya.

Penyelidikan Pemerintah Amerika Serikat (AS) bulan lalu menemukan bahwa militer Myanmar melakukan serangan pembunuhan massal yang terencana dan terkoordinasi, serta kekejaman lain terhadap etnis Rohingya.

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB juga telah mengirim tim pencari fakta misi pencari fakta. Hasil penyelidikan tersebut kemudian ditindaklanjuti Dewan HAM PBB dengan membangun satu panel khusus  mengumpulkan, menggabungkan, mencatat, dan menganalisis bukti atas kejahatan internasional paling serius itu, serta pelanggaran-pelanggaran internasional yang terjadi di Myanmar sejak 2011.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiGelargenosidakanadamuslim RohingyamyanmarparlemenRakhineRohingyaWarga Kehormatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Enam Orang Syahid dalam Aksi “Great Return March” Jumat ke-27
Tulisan selanjutnya Palu Luluh Lantak Kena Tsunami

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?