Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Meskipun Digugat Lawan Felix Tshisekedi Dilantik Jadi Presiden Kongo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Januari 2019 07:26 7:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Januari 2019 07:26
Bagikan
Felix Tshisekedi presiden terpilih Republik Demokratik Kongo.
Bagikan

Hidayatullah.com—Felix Tshisekedi akhirnya dilantik menjadi Presiden Republik Demokratik Kongo hari Kamis (24/1/2019), menggantikan Joseph Kabila yang belasan tahun berkuasa. Pelantikan Tshisekedi diwarnai protes rivalnya Martin Fayulu yang menuding Tshisekedi dan Kabila bersekongkol mengakali hasil hasil perhitungan suara.

Dilansir DW, Tshisekedi sempat kurang enak badan ketika pelantikan dan meninggalkan panggung. Dia kemudian kembali untuk menuntaskan pidatonya, mengatakan bahwa dirinya kelelahan akibat proses pemilihan dan terbawa suasana haru pelantikannya tersebut.

Sehari sebelum pelantikannya, Kabila hari Rabu mengatakan akan menyerahkan kekuasaan “tanpa penyesalan” dan mendesak rakyat Kongo mendukung Tshisekedi, 55, putra mendiang tokoh oposisi Etienne Tshisekedi.

Kabila, 47, memimpin negara Afrika kaya sumber daya mineral itu sejak 2001 menyusul pembunuhan atas ayahnya Laurent Kabila, tokoh pemberontak yang kemudian menjadi presiden.

Pelantikan presiden hari Kamis itu merupakan momen bersejarah, yang menandakan proses peralihan kekuasan lewat pemilu untuk pertama kalinya sejak negara itu mendapatkan kemerdekaan dari Belgia tahun 1960. Dunia politik negara kaya sumber daya alam tetapi miskin itu senantiasa diliputi perebutan kekuasaan, pembunuhan tokoh-tokoh pemimpinnya, intervensi pihak-pihak asing, perang saudara dan perongrongan terhadap institusi negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tshisekedi dinyatakan sebagai pemenang pemilu dengan perolehan suara 38,5 persen, sedangkan rivalnya Martin Fayulu menyusul ketat dengan 34,8 persen suara. Capres yang dipilih Kabila untuk menggantikannya, Emmanuel Ramazani Shadary hanya mendulang 23,8 persen suara pemilih.

Fayulu mengklaim dirinya adalah pemenang sesungguhnya dari pilpres itu dan menuding hasil pemilu tersebut merupakan persekongkolan antara Tshisekedi dan Kabila. Gugatannya ke pengadilan dikalahkan oleh hakim beberapa hari lalu.

Perhitungan suara yang dilakukan oleh Gereja Katolik Kongo yang mengerahkan 40.000 pemantau pemilu, mendapati bahwa Fayulu unggul. Jajak pendapat menjelang pelaksanaan pemilu oleh Congo Research Group, sebuah organisasi afiliasi New York University, menunjukkan bahwa Fayulu disukai oleh 44 persen responden, Tshisekedi 22 persen dan Shadary terseok-seok di belakang dengan 18 persen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Tunjuk Sultan Pahang Jadi Raja
Tulisan selanjutnya Banjir Sulsel, 30 Orang Meninggal, 2.694 Rumah Terendam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?