Hidayatullah.com—Mobil-mobil baru yang dijual di wilayah Uni Eropa mulai tahun 2022 perlu dilengkapi dengan teknologi pembatas kecepatan yang mencegah pengemudi melarikan kendaraannya melebihi batas yang ditentukan.
Rancangan peraturan baru itu merupakan bagian dari kebijakan keselamatan tambahan yang disetujui hari Selasa (26/3/2019) oleh European Parliament, EU Council dan EU Commission.
Sistem pengereman mendadak teknologi mutakhir, perekam data elektronik, alcohol interlock instalation systems dan sistem peringatan bagi pengemudi “teler” juga akan menjadi kewajiban.
Tujuan dari peraturan baru itu adalah untuk mengurangi kecelakaan maut di jalan-jalan Uni Eropa yang setiap tahunnya merenggut sekitar 25.000 nyawa, kata EU Commission dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Euronews.
Komisi Eropa memperkirakan 90% kecelakaan lalu lintas disebabkan faktor manusia dan fitur yang dipasang pada mobil-mobil baru diharapkan dapat menekan angka nyawa yang melayang di jalan dan menghindari 140.000 orang terluka akibat kecelakaan di jalan pada 2038.
Elzbieta Bienkowska –komisioner UE untuk pasar internal, industri, kewisausahaan dan usaha kecil dan menengah– mengatakan bahwa sebagian fitur yang dituntut ada pada mobil-mobil baru itu saat ini sudah dimiliki sebagian kendaraan kelas atas. Dia juga memperikirakan dampak diterapkankan ketentauan itu nantinya di masa-masa awal seperti ketika sabuk pengaman diwajibkan.
Antonio Avenoso, direktur eksekutif European Transport Safety Council, mengaku menyambut baik peraturan baru tersebut dan diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Kelompok peduli keselamatan berlalu lintas di Inggris, Brake, menyebut peraturan baru itu sebagai “penyelamat nyawa” dan “amat sangat vital di saat catatan keselamatan jalan raya di Inggris tersendat.”
Speed limiters (pembatas kecepatan) atau Intelligent Speed Assistance (ISA) menggunakan data dari GPS dan peta digital untuk menentukan posisi kendaraan dan batas kecepatan di daerah sekitarnya. Apabila kendaraan melaju di atas ketentuan, akan terdengar alarm peringatan dan secara otomatis kendaraan akan berkurang kecepatannya. Sistem itu dapat ditembus oleh pengemudi dengan menekan injakan gas kuat-kuat untuk memberikan sinyal bahwa limiter untuk sementara tidak difungsikan.*