Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Felda Malaysia Diperdaya Najib Razak Agar Berinvestasi di EHP Milik Peter Sondakh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 April 2019 19:36 7:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 April 2019 06:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Federal Land Development Authority (Felda) hari Senin (8/4/2019) membuat laporan pengaduan ke kepolisian Malaysia dengan klaim pihaknya diperdaya oleh Datuk Seri Najib Razak agar menginvestasikan dana RM2,3 miliar di sebuah perusahaan perkebunan Indonesia milik teman karib mantan perdana menteri itu, Peter Sondakh.

Free Malaysia Today hari Selasa (9/4/2019) mengabarkan bahwa pengaduan itu dimasukkan ke kantor Kepolisian Dang Wangi. Direktur Jenderal Felda Othman Omar mengatakan uang sejumlah di atas dibayarkan untuk pembelian 37% saham Eagle High Plantations Tbk (EHP) yang mana nilai itu 344% lebih tinggi dari nilai aktualnya yang hanya RM466,9 juta.

Othman mengatakan EHP merupakan bagian dari Rajawali Group yang dimiliki Peter Sondakh, pengusaha Indonesia teman baik Najib Razak.

Menurut Othman, Felda mengambil kredit dari GovCo Holdings Bhd (GovCo) sebesar RM4,8 miliar untuk mendanai pembelian saham EHP itu. GovCo merupakan subsidiari di bawah Kementerian Keuangan yang dipimpin Najib Razak, yang kala itu selain menjabat perdana menteri dia juga merangkap menteri keuangan.

Baca juga >> Najib Razak Diadili, Kajakgung Malaysia: Tak Seorang Pun di Atas Hukum

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Menyusul pembelian saham tersebut oleh Felda dengan harga RM2,3 miliar, saham perusahaan itu anjlok, dan nilainya pada bulan kemarin hanya RM555 juta,” kata Othman.

Dirjen Felda itu menjelaskan bahwa pada tahun 2015 Najib Razak mengarahkan Felda melalui saluran khusus FIC Properties Sdn Bhd untuk berinvestasi di EHP, setelah sebelumnya membujuk rayu FGV Bhd (yang berada di bawah Felda), serta Malaysian Plantation Oil Board (MPOB) dan Malaysian Rubber Board (MRB).

Othman mengatakan kesepakatan tersebut, yang diteken oleh chairman Felda kala itu Isa Samad, hanya menguntungkan “sebelah pihak” dan “berisiko”. Pasalnya, EHP memiliki utang $547,4 juta pada tahun 2014 dan berbagai macam kewajiban sebanyak $676,9 juta pada tahun 2016.

Tidak hanya itu, EHP tidak memiliki akreditasi perkebunan minyak sawit berkelanjutan dan tidak akan pernah bisa mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam 10 tahun ke depan. Parahnya, pembelian saham EHP tetap dilakukan meskipun bertentangan dengan hasil temuan oleh auditor BDO Malaysia dan KPMG Malaysia, due diligence yang dilakukan oleh firma hukum di Indonesia Hiswara Bunjamin Tandjung, serta presentasi JP Morgan.

Dua tahun silam Felda membela keputusannya membeli saham EHP dengan alasan organisasinya memerlukan “mitra lokal yang kuat guna mewujudkan rencana ekspansi bisnisnya di Indonesia.”

“Oleh karena Rajawali Group termasuk salah satu konglomerat terbesar di Indonesia, perusahaan tersebut tidak hanya mitra yang dicari-cari untuk bekerja sama di sektor perkebunan, tetapi juga untuk bisnis-bisnis lain yang berkaitan dengannya,” dalih Felda kala itu.

Awal tahun ini muncul kabar bahwa Felda sedang berupaya melepas andilnya di EHP.

Felda (Federal Land Development Authority) merupakan badan bentukan pemerintah Malaysia yang bertugas menangani pemukiman kembali warga kampung kumuh ke lokasi pemukiman baru yang lebih layak, serta membina pertanian-pertanian kecil agar lebih berdaya dan dapat menghasilkan uang. Sejak tahun 1990, Felda tidak lagi (hanya) membuka pemukiman baru, melainkan juga terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi dan bisnis.

Menurut daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2019 yang disusun Forbes, Peter Sondakh menduduki peringkat ke 14 dengan jumlah harta real time net worth $1,7 miliar. Per 12/12/2018 pengusaha berusia 69 tahun asal Manado itu memiliki harta dengan jumlah yang sama. Dalam situs Forbes dijelaskan bahwa Peter Sondakh adalah pimpinan dari Rajawali Corpora, sebuah perusahaan investasi yang didirikan pada tahun 1984 dengan sektor bisnis mencakup hotel, media dan pertambangan. Saham perusahaan itu di operator taksi Express disuspen dari Indonesian Stock Exchange pada 2018 karena gagal membayar bunga obligasi. Aset yang dimilikinya antara lain hotel Four Seasons di Jakarta, penyedia layanan internet Velo Networks dan jaringan tv Rajawali Televisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semua Orca dan Beluga akan Dibebaskan dari “Penjara Paus Rusia” [Video]
Tulisan selanjutnya BMPPAB: 17,5 Juta DPT Bermasalah, KPU-Kemendagri Harus Sikapi Serius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?