Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Pemimpin Gereja Orthodoks Eritrea Didepak Para Koleganya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Juli 2019 19:45 7:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Juli 2019 19:44
Bagikan
Abune Antonios, mantan pemimpin Gereja Orthodoks Eritrea.
Bagikan

Hidayatullah.com—Para uskup di Gereja Orthodoks Eritrea mendepak mantan partriark mereka Abune Antonios.

Menurut pernyataan yang ditandatangani oleh sekelompok uskup senior, Antonios –yang pernah memimpin Gereja Orthodoks Eritrea sampai 2006– dituduh melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran gereja.

Antonios sejak lama dikenal sebagai pengkritik pemerintah dan dilengserkan serta ditempatkan dalam tahanan rumah 13 tahun lalu sampai saat ini.

Para pengikutnya menuding pemerintah mencampuri urusan gereja.

Dia dilengserkan dari jabatannya pada tahun 2006 setelah menolak untuk mengucilkan 3.000 anggota dari sebuah gerakan sekolah Minggu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, para analis berkeyakinan dia digusur agar pemerintah Eritrea dapat secara penuh menguasai Gereja Orthodoks Eritrea, lapor wartawan BBC hari Jumat (19/7/2019).

Pada bulan April Antonios diam-diam membuat rekaman video di mana dia mengutarakan keberatannya apabila gereja dipimpin oleh seorang dari kalangan awam seperti Yoftahe Dimetros.

Surat dari para uskup menyatakan bahwa aktivitasnya itu membuat gereja tersadar bahwa pertobatan Antonios tidak sungguh-sungguh. Sehingga dengan demikian gereja menjadi sebuah jemaat dari kalangan orang-orang yang membangkang terhadap ajaran gereja, sehingga mereka memutuskan untuk mendepaknya.

“Namanya tidak perlu disebut-sebut lagi dan tidak perlu dikenang. Dan bagi siapa saja yang melakukannya (menyebut nama dan mengenangnya) maka dia akan mendapat hukuman keras,” tulis surat para uskup tersebut.

Lima dari enam uskup yang memiliki kekuasaan besar di Gereja Orthodoks Eritrea menandatangani surat tersebut. Tidak jelas mengapa satu tanda tangan absen.

Meskipun Antonios sudah didepak dari keanggotannya di gereja itu, tetapi para uskup itu berjanji dia masih diperbolehkan tinggal di bangunan gereja.

Kristen Orthodoks merupakan salah satu kelompok keagamaan terbesar di Eritrea.

Hanya ada empat kelompok keagamaan yang diperbolehkan beroperasi di negara Afrika itu, Orthodoks Eritrea, Lutheran Injili, Katolik, serta Islam (Sunni).

Pada bulan Juni Gereja Katolik mengatakan bahwa pemerintah menutup semua pusat kesehatan yang mereka kelola setelah pihaknya menyeru agar pemerintah melakukan reformasi guna memangkas arus migrasi ke Eropa.

Eritrea menjadi sebuah negara berdaulat pada tahun 1993, dan sejak itu diperintah oleh Presiden Isaias Afwerki. Para pengkritik menuding Afweki menjalankan pemerintahan represif, tetapi para pendukungnya membantahnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EritreaGereja Orthodoks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya British Airways dan Lufthansa Hentikan Sementara Penerbangan ke Kairo
Tulisan selanjutnya Zionis ‘Israel’ Menembak Dua Wartawan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?