Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty International: Hati-Hati Bepergian ke Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2019 21:16 9:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2019 08:30
Bagikan
Warga Dayton memprotes Presiden Donald Trump.
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi peduli hak asasi manusia Amnesty International hari Kamis (8/8/2019) mengeluarkan peringatan bagi orang yang ingin melancong ke Amerika Serikat karena banyaknya kekerasan bersenjata api di negara itu.

Amnesty mengatakan pemerintah AS bersalah “memprioritaskan kepemilikan senjata api di atas hak-hak dasar manusia,” dan oleh karenanya gagal memberikan perlindungan bagi orang yang tinggal di sana dan bepergian ke negeri itu.

Amnesty mengatakan kekerasan senjata api di AS sudah mencapai tingkatan “krisis HAM” dan memperingatkan sejumlah hal kepada orang yang ingin bepergian ke negeri Paman Sam tersebut:

  • Berhati-hatilah sebab negara itu tidak menjamin hak manusia akan keamanan dan keselamatan.
  • Hindari tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul, termasuk pusat perbelanjaan, sekolah dan tempat-tempat peribadatan.
  • Waspada ketika mengunjungi bar-bar lokal, klab malam dan kasino.
  • Ras, asal negara, latar belakang etnis, orientasi seksual atau identitas gender kemungkinan akan membahayakan diri seseorang.

Peringatan itu dikeluarkan Amnesty menyusul dua penembakan massal berturut-turut di El Paso, Texas dan Dayton, Ohio yang menewaskan 31 orang. Para pelaku dari kedua serangan itu memperoleh senjata yang dipergunakan untuk membunuhi orang secara legal.

Tersangka pelaku serangan di El Paso mempublikasikan “manifesto ras” di sebuah forum online sebelum melakukan penembakan, di mana dia bicara soal “Invasi Orang-orang

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hispanik”. Serangan itu diperlakukan sebagai kejahatan kebencian.

Presiden AS Donald Trump hari Rabu (7/8/2019) mengunjungi El Paso dan Dayton. Dia mengecam pembunuhan-pembunuhan bermotif ras, menyatakan bahwa “kebencian tidak mendapatkan tempat di Amerika.”

Namun, Trump –yang mendukung hak kepemilikan senjata api– mengatakan bahwa gangguan kesehatan mental yang mendorong orang melakukan serangan bersenjata dan bukan kepemilikan senjata api.

Trump, yang kerap menyuarakan kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu, justru dianggap sebagai salah satu penyulut maraknya serangan kecencian di Amerika Serikat.

Mantan wakil rakyat asal negara bagian Texas Beto O’Rourke mengatakan Trump “membantu menciptakan kebencian yang menjadikan tragedi hari Sabtu itu mungkin.”

Para demonstran yang menyambut kedatangan Trump di El Paso dan Dayton mengatakan retorika anti-imigran yang sering disuarakan presiden ikut andil sebagian kekerasan yang terjadi di AS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAmnesty InternationalDaytoEl PasoTrump
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Dokter Kongo Terlibat Pembunuhan Dokter Ebola WHO
Tulisan selanjutnya Menag: Kuota Jamaah Haji Tak Terpakai 0,2 % dalam Toleransi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?