Hidayatullah.com—Mantan Presiden Kyrgyzstan Almazbek Atambayev akhirnya menyerah kepada pasukan keamanan yang menyerbu rumahnya di dekat ibukota Bishkek hari Kamis (8/8/2019).
Terjadi aksi perlawanan bersenjata oleh pengikut Atambayev ketika hari Rabu aparat berusaha menangkap bekas pemimpin Kyrgyzstan itu, sehingga seorang petugas tewas.
Atambayev akhirnya diringkus pasukan keamanan di rumahnya di desa Koi-Tash, sekitar 23 kilometer dari Bishkek. Sebuah pernyataan kepolisian mengatakan Atambayev “akan diserahkan ke pihak berwenang terkait guna pemeriksaan lebih lanjut.”
Dilansir DW, hari Jumat (9/8/2019) pengadilan Kyrgyzstan mengatakan bahwa Atambayev akan tetap berada di dalam tahanan sampai 26 Agustus, sambil menunggu proses penyidikan atas tindak-tanduknya semasa menjabat presiden. Mereka tidak mengatakan apa tuduhan yang ditimpakan terhadapnya.
Presiden Sooronbai Jeenbekov mengklaim Atambayev patut dipersalahkan melakukan “pidana berat” atas kekerasan yang terjadi hari Rabu.
Atambayev adalah mantan sekutu politik Jeenbekov dan bahkan membantunya naik ke puncak kekuasaan. Namun, hubungan mereka kemudian berubah menjadi getir. Jeenbekov menuduh Atambayev korupsi. [Baca berita sebelumnya: Aparat Kyrgyzstan Serbu Rumah Eks Presiden Almazbek Atambayev, Pendukungnya Menghadang *