Hidayatullah.com– Seorang pria Jepang membakar diri sebagai bentuk protes atas pemakaman secara kenegaraan yang akan diberikan kepada mantan perdana menteri Shinzo Abe, yang dibunuh pada bulan Juli.
Ratusan pejabat tinggi dari Jepang dan mancanegara diharapkan menghadiri pemakaman Abe yang akan diselenggarakan pada 27 September.
Hari Rabu (21/9/2022), sejumlah daksi mata memanggil polisi setelah melihat seorang pria terbakar tubuhnya di dekat kantor perdana menteri di Tokyo.
Petugas kemudian memadamkan api, dan membawa pria yang masih sadarkan diri itu ke rumah sakit, lapor media setempat seperti dilansir BBC.
Separah apa luka-lukanya dan bagaimana kondisinya saat ini tidak diketahui. Laporan media Jepang mengatakan pria itu diyakini berusia 70-an.
Pemerintah belum mengomentari aksi protes tersebut. Namun, ketidaksetujuan publik terhadap penyelenggaraan pemakaman kenegaraan untuk Abe semakin meningkat kurun beberapa bulan terakhir. Jajak pendapat publik menunjukkan mayoritas tidak senang dengan besaran anggaran untuk pemakamannya.
Pemakaman secara kenegaraan untuk bekas pejabat tinggi bukan suatu kebiasaan di Jepang. Para penentangnya mengatakan bahwa dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pemakaman Abe diproyeksikan sekitar 1,65 miliar yen atau sekitar $11,4 juta. Bukan jumlah sedikit di masa krisis global saat ini.
Salah satu partai oposisi utama negara itu, Partai Demokrat Konstitusional, juga mengatakan anggota parlemennya tidak akan berpartisipasi dalam upacara pemakaman Abe pekan depan.
Abe berusia 67 tahun saat ditembak mati pada 8 Juli, ketika melakukan kampanye politik untuk partainya. Dia merupakan orang yang menjabat perdana menteri Jepang paling lama, tetapi mengakhiri masa jabatannya dengan tidak disukai oleh banyak warga Jepang karena kebijakan ekonominya “Abenomics” gagal memperbaiki perekonomian negara.*