Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Robert Mugabe Wafat di Singapura, Dulu Pejuang Akhirnya Terbuang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 September 2019 18:57 6:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 September 2019 18:57
Bagikan
Robert Mugabe.
Bagikan

Hidayatullah.com—Robert Mugabe, pejuang kemerdekaan Zimbabwe yang kemudian menjadi presiden dan terakhir penguasa otoriter, meninggal dunia hari Jumat (6/9/2019) di Singapura dalam usia 95 tahun.

Mugabe dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura sejak April. Dia dipaksa turun dari jabatannya pada 2017 setelah berkuasa selama 37 tahun.

Mugabe dipuji karena memberikan akses pendidikan dan kesehatan kepada warga mayoritas kulit hitam.

Namun, beberapa tahun terakhir kekuasaannya dia justru bertangan besi menghadapi lawan-lawan politiknya dan kebijakannya dinilai menggiring negara itu kepada krisis ekonomi. Tidak hanya itu, dia dan istrinya dituduh menggelapkan uang negara.

Pengganti Mugabe, Emmerson Mnangagwa mengumumkan kematian bekas presiden itu lewat Twitter. Dia mengutarakan kesedihan mendalam atas kepergian Mugabe, yang disebutnya sebagai bapak pendiri Zimbabwe dan “ikon pembebasan,” lapor BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mugabe dilahirkan pada 21 Februari 1924 di Zimbabwe yang dulu masih bernama Rhodesia, sebuah koloni Inggris yang diperintah oleh minoritas kulit putih.

Setelah mengkritik pemerintah Rhodesia pada tahun 1964 dia dijebloskan ke penjara selama lebih dari satu dekade tanpa melalui proses pengadilan.

Pada tahun 1973, ketika masih mendekam di penjara, Mugabe ditunjuk sebagai presiden Zimbabwe African National Union (Zanu), yang dia adalah salah satu pendirinya.

Begitu keluar penjara, Mugabe langsung pergi ke Mozambique. Dari sana dia memimpin serangan gerilya ke Rhodesia. Dia juga dikenal sebagai negosiator ulung. Lewat kesepakatan politik akhirnya melahirkan negara Zimbabwe merdeka.

Dengan pamor sebagai pejuang kemerdekaan, Mugabe berhasil memenangkan pemilihan presiden pertama pada tahun 1980.

Sayang, di masa-masa akhir kepemimpinannya, citranya sebagai pejuang dan pemimpin yang memperjuangkan hak-hak mayoritas kulit hitam akhirnya rusak akibat berbagai tuduhan korupsi dan sikap sewenang-wenangnya.

Oleh karena tidak lagi dianggap layak memimpin Zimbabwe, militer akhirnya memaksa Mugabe turun dari pada tahun 2017. Kursi kepresidenan lantas beralih kepada wakilnya, Emmerson Mnangagwa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Robert MugabewafatZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunitas Yaman di Indonesia Protes Serangan UEA ke Yaman
Tulisan selanjutnya Gairah Tukang Ojek Online Belajar Qur’an di The Jayakarta House

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?