Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga AS Penentang Perang Afghanistan Bertambah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hasil jajak pendapat terbaru yang diumumkan hari Kamis (18/11), menunjukkan semakin banyak warga Amerika Serikat menentang perang di Afghanistan.

Jajak pendapat yang dilakukan Universitas Quinnipac juga menunjukkan, sebagian besar warga AS ingin agar larangan gay di militer mengakui penyimpangan seksual mereka secara terbuka dicabut.

Lima puluh persen dari responden yang disurvei mengatakan, seharusnya Amerika Serikat tidak terlibat dalam perang di Afghanistan. Sementara 44% lainnya mendukung program perang pemerintah mereka itu.

Dalam jajak pendapat sebelumnya yang dilakukan Quinnipac pada 9 September lalu, 49% mendukung perang AS di Afghanistan, sementara penentangnya hanya 41%.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Warga yang merupakan pendukung Partai Demokrat–partainya Obama–ternyata banyak yang menentang kehadiran pasukan AS di Afghanistan. Menurut survei angkanya mencapai 64%.

Sementara warga dari pendukung Partai Republik–yang kerap berseberangan dan mengkritik kebijakan Obama–justru banyak yang mendukung perang. Angkanya 64 banding 31 dengan warga Republik yang menentang perang.

Di kalangan kelompok independen, jumlah penentang perang Afghanistan mencapai angka 54%.

Dari kelompok keluarga militer, perbandingannya hampir imbang. Sebanyak 49% mendukung kebijakan perang pemerintah dan 47% berpendapat para prajurit harus segera dipulangkan.

Hasil jajak pendapat itu dikeluarkan sebelum KTT NATO digelar pekan ini di Lisabon, Portugal, di mana Obama dan para petinggi negara pengikut perang di Afghanistan akan membicarakan perang mereka di negara atap dunia itu, berikut rencana penyerahan kendali keamanan ke pemerintah setempat mulai tahun depan.

Terkait kebijakan “Don’t Ask, Don’t Tell”, sebanyak 58% responden ingin agar kebijakan itu dicabut. Sementara 38% lainnya ingin agar kebijakan penyembunyian identitas gay dalam militer terus diberlakukan.

Pendukung penghapusan kebijakan itu dari kalangan keluarga militer juga cukup tinggi, yaitu 55%. Hanya 38% anggota keluarga militer yang menolak pencabutan peraturan tersebut.

Jajak pendapat oleh Universitas Qunnipac itu dilakukan pada tanggal 8-15 Nopember 2010 dengan melibatkan 2.424 pemilih yang tersebar di seluruh wilayah Amerika. Penelitian menerapkan margin error sebesar 2%. [di/klj/afp/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peran ICMI Harus Lebih Dimaksimalkan Lagi
Tulisan selanjutnya Ismail Haniya Serukan Persatuan dan Rekonsiliasi bangsa Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?