Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang Jerman Makin Tua Makin Berisiko Miskin

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 September 2019 19:01 7:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 September 2019 19:01
Bagikan
Tunawisma di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari satu pada tiap-tiap lima orang (seperlima lebih) pensiunan di Jerman terancam kemiskinan dalam waktu dua dekade. Begitu menurut hasil studi German Institute for Economic Research (DIW).

Studi itu mendapati bahwa jumlah pensiunan yang menghadapi risiko kemiskinan pada 2039 dapat bertambah dari 16,8% pada masa ini, menjadi 21,6%.

Penyusun laporan itu, yang dirilis hari Kamis (12/9/2019) oleh Bartelsmann Foundation yang berbasis di Jerman, mengatakan bahwa mereka berharap ada perbaikan di pasar tenaga kerja pada kurun 20 tahun ke depan. Akan tetapi, imbuhnya, ada kelompok-kelompok tertentu –seperti pengangguran jangka panjang, orang bujang dan mereka yang berkualifikasi rendah– kurang beruntung.

“Bahkan meskipun ada perkembangan positif pada pasar tenaga kerja, kita harus siap akan terjadinya kenaikan kemiskinan di kalangan manula dalam kurun 20 tahun mendatang,” kata Christof Schiller, pimpinan riset tersebut seperti dilansir DW.

Individu-individu yang berisiko jatuh dalam kemiskinan didefinisikan sebagai mereka yang menerima kurang dari 60% rata-rata pendapatan. Menurut studi itu, angkanya sama dengan pendapatan kurang dari €905 perbulan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Peneliti juga memperkirakan proporsi penerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dari pemerintah akan naik dari 9% menjadi hampir 12%. Individu yang menerima bantuan dasar seperti itu adalah mereka yang memiliki pendapatan kurang dari €777 perbulan.

Rencana pemerintah koalisi saat ini yang akan memberlakukan pendapatan pensiun dasar, dengan tujuan mengeluarkan manula dari kemiskinan, dinilai peneliti akan gagal. Pasalnya, menurut hasil riset, terlalu sedikit orang yang akan memenuhi kriteria penerima pensiun itu, yang persyaratannya antara lain memiliki 35 tahun kontribusi dari pekerjaannya, membesarkan anak, atau merawat kerabatnya.

Untuk menyusun laporan itu, peneliti menggunakan data 30.000 orang dari DIW, yang dipergunakan untuk melakukan simulasi tingkat pendapatan di masa datang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermanmiskinpensiunan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gara-Gara Menolak Lepaskan Jilbab, Dua Guru Muslim di Kanada Dipecat
Tulisan selanjutnya Serangan Jantung Saat Hubungan Seks Dalam Perjalanan Dinas Dianggap Kecelakaan Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?