Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dipaksa Vonis Bersalah 5 Muslim, Seorang Hakim Thailand Tembak Diri Sendiri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2019 19:26 7:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Oktober 2019 19:21
Bagikan
Hakim Kanakorn Pianchana, menolak memvonis bersalah 5 Muslim Thailand tanpa bukti kuat.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang hakim di Thailand menembak dirinya sendiri dengan pistol di ruang sidang, setelah berbicara panjang mengkritisi sistem peradilan di negeri gajah putih itu.

Kanakorn Pianchana hari Jumat (4/10/2019) membebaskan lima pria Muslim dari dakwaan melakukan pembunuhan, sebelum menyeru persidangan yang adil di Thailand.

Dia kemudian mengucapkan sumpah hukum, lalu mengeluarkan pistol dan menembak dirinya sendiri di bagian dada.

Akan tetapi, hakim itu ternyata masih bernyawa dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sekarang dia dikabarkan dalam proses pemulihan, lansir BBC Sabtu (5/10/2019).

Sebuah pernyataan, yang diyakini ditulis hakim tersebut sebelum sidang vonis, menunjukkan bahwa tindakannya itu disebabkan adanya intervensi dari luar dalam kasus yang ditanganinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hakim itu bertugas di pengadilan di Yala, daerah di selatan yang mengalami konflik dan di mana komunitas minoritas Muslim berada.

Setelah membebaskan kelima Muslim itu dari dakwaan pembunuhan dan kepemilikan senjata, hakim itu berpidato dengan penuh kesungguhan kepada hadirin di persidangan dan sengaja disiarkannya secara langsung lewat Facebook.

“Anda memerlukan bukti-bukti yang nyata dan kredibel untuk menghukum seseorang. Jadi apabila Anda tidak yakin, jangan hukum mereka,” tegasnya.

“Saya tidak mengatakan bahwa kelima terdakwa tidak melakukan kejahatan, mereka mungkin melakukannya,” imbuh hakim.

“Namun, proses peradilan perlu dilakukan secara transparan dan kredibel … menghukum orang yang salah berarti menjadikan mereka kambing hitam,” tegasnya lagi.

Siaran langsung di Facebook kemudian diputus, tetapi orang-orang yang hadir di pengadilan mengatakan bahwa hakim lantas mengucapkan janji hukum di depan potret mendiang raja Thailand sebelum mengeluarkan pistol dan menembak dirinya sendiri.

Tidak jelas mengapa hakim Pianchana berusaha mengakhiri hidupnya.

Suriyan Hongvilai, jubir Kantor Kehakiman, mengatakan kepada AFP bahwa hakim berusaha bunuh diri karena ada masalah pribadi.

Akan tetapi sejumlah media lokal menyebutkan tindakannya itu berkaitan dengan kasus kelima Muslim yang ditanganinya.

Dalam pernyataan yang diyakini ditulis sendiri oleh hakim Pianchana, yang diunggah ke Facebook sebelum dia menembak dirinya sendiri, menyatakan bahwa dirinya ditekan agar menyatakan kelima terdakwa Muslim itu bersalah meskipun tidak ada bukti-bukti yang kuat.

“Saat ini, hakim-hakim lain kolega saya di Pengadilan Pelanggaran Pertama di seluruh penjuru negeri ini mendapat perlakuan sama seperti yang saya alami,” tulis hakim Pianchana.

“(Apabila) saya tidak dapat memenuhi sumpah jabatan, saya lebih baik mati daripada hidup tanpa kehormatan,” tegasnya.

Kritikan terhadap sistem peradilan sangat jarang dilakukan di Thailand, negeri yang menganut ajaran Buddha yang “menyembah rajanya” dan sejatinya dikontrol oleh elit-elit militer.

Kelompok-kelompok peduli hak asasi manusia menuding pasukan keamanan kerap sengaja menjerat hukum orang-orang Melayu-Muslim yang banyak bermukim di bagian selatan Thailand. Sebagaimana diketahui Muslim di selatan Thailand banyak dituduh berusaha memberontak dan melawan pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hakimKanakorn PianchanaMuslimthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi Antikorupsi Malaysia Minta 80 Individu dan Entitas Kembalikan Jutaan Ringgit Dana 1MDB
Tulisan selanjutnya Jubir Qadhafi: Libya Dihancurkan agar Barat Bebas Mengeksploitasi Kekayaan Afrika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?