Hidayatullah.com–Siapa saja boleh berusaha untuk menjadi perdana menteri, tetapi harus melalui saluran-saluran yang ada dan bukannya menggelar pertemuan-pertemuan rahasia, kata Datuk Seri Anwar Ibrahim, presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR).
“Saya tidak akan menghentikan siapa saja yang berminat (untuk menjadi perdana menteri). Namun ikutilah saluran-saluran yang ada,” kata Anwar.
“Kalau tidak, kita harus bekerja sama dengan kelompok-kelompok tertentu, menggelar pertemuan rahasia dan akibatnya kita tidak dapat fokus bekerja,” kata Anwar kepada para reporter di lobi gedung parlemen hari Rabu (20/11/2019) seperti dikutip The Star.
“Perekonomian harus dibangun dan masalah-masalah dalam masyakarat harus ditanggapi. Jika kita tidak belajar dari kekalahan parah dalam pemilihan antarwaktu di Tanjung Piai, kita akan berada dalam masalah,” imbuh motor koalisi Pakatan Harapan yang dirancang untuk menggantikan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri sebelum pemilu nasional selanjutnya.
Pernyataan Anwar Ibrahim tersebut muncul setelah belakangan ini terdengar kabar perihal pertemuan rahasia yang dilakukan Datuk Seri Azmin Ali, salah satu petinggi PKR murid politik Mahathir yang sekarang menjabat menteri perekonomian.
Politisi PKR asal daerah pemilihan Gombak itu kabarnya menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota parlemen dari PKR dan oposisi UMNO di rumah dinasnya di Putrajaya pada hari senin (18/11/2019).
Konon kabarnya, pertemuan itu digelar untuk memastikan Mahathir Mohamad menjabat perdana menteri Malaysia sampai habis masa baktinya dengan dukungan dari pakatan dan partai-partai oposisi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Azmin Ali, yang sempat terkena kasus video liwath, adalah salah politisi yang mendukung agar Mahathir tidak berhenti di tengah jalan sebagai PM.
Seruan agar Mahathir segera mundur dari jabatan PM semakin menguat setelah kekalahan Pakatan Harapan kalah telak dari Barisan Nasional di pemilihan antarwaktu di Tanjung Piai beberapa hari lalu.
Menanggapi kekalahan tersebut, Anwar Ibrahim yang merupakan wakil rakyat dari dapil Port Dickson mengatakan hasil perhitungan suara di Tanjung Piai “mengejutkkan luar biasa,” di mana rakyat menggunakan kertas suara untuk menampakkan kemarahan mereka terhadap pemerintahan Malaysia saat ini yang dikuasai Pakatan Harapan. [Baca berita sebelumnya: Politisi Pakatan Harapan Desak PM Mahathir Mundur, dan Pakatan Harapan Kalah By-Election di Tanjung Piai, Bukti Rakyat Kecewa?]*