Hidayatullah.com–Partai rasis Alternative für Deutschland (AfD) menulis surat kepada anggota-anggotanya meminta uang tambahan karena mengalami kesulitan keuangan, lapor media lokal Jerman hari Jumat (20/12/2019).
Kabar itu mencuat setelah partai kanan-jauh itu dihukum denda €400.000 pada bulan April karena dana ilegal untuk kampanye pemilu regional.
Donasi yang diterima partai oposisi terbesar Jerman itu –yang mengusung kebijakan anti-multikulturalisme, anti-imigrasi dan anti-Islam– juga berkurang banyak tahun ini, lansir DW.
“Kami mengalami kesulitan keuangan serius,” kata bendahara AfD Klaus Fohmann dalam email yang ditujukan kepada anggota partai yang dilihat koran lokal Redaktionsnetwerk Deutschland seperti dilansir DW. Dia meminta sekitar 38.000 anggota AfD agar menambah kontribusi tahunan €120.
Denda yang dijatuhkan pada bulan April berkaitan dengan dana kampanye yang diterima AfD dari perusahaan periklanan Swiss Goal AG. Investigasi juga sedang dilakukan atas donasi kampanye asing yang diterima oleh tokoh senior AfD anggota parlemen Alice Weidel.Partai-partai politik Jerman dilarang menerima dana asing dari negara bukan anggota Uni Eropa.
Partai anti-Muslim itu sebelumnya sesumbar memiliki dana cadangan €1 juta kalau-kalau mereka didenda. Tambahan dana yang sekarang diminta AfD dari anggotanya juga dialokasikan sebagai dana persiapan gugatan hukum yang timbul dari hasil pantauan dinas intelijen dalam negeri Jerman.
AfD didirikan tahun 2013 dan ikut membentuk lanskap perpolitikan Jerman ketika mereka memenangkan 12,6% suara dalam pemilihan umum tahun 2017. AfD saat ini menjadi partai terbesar ketiga di parlemen federal Bundestag, dan memiliki perwakilan di badan legislatif di semua negara bagian Jerman.*