Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Hentikan Pengiriman Anjing Pelacak Antiteroris ke Mesir dan Yordania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Desember 2019 19:04 7:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Desember 2019 19:04
Bagikan
Anjing pelacak bersama tentara Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat mengatakan telah menghentikan pengiriman anjing-anjing pelacak bom ke setelah kematian sejumlah hewan itu karena kurang diurus.

“Kematian seekor anjing di lapangan merupakan peristiwa yang sangat menyedihkan,” kata seorang jubir Departemen Luar Negeri AS seperti dilansir BBC.

Pada bulan September, sebuah laporan AS menyoroti kasus-kasus kelalaian perawatan lebih dari 100 ekor anjing yang dikirim ke Yordania, Mesir dan delapan negara lain dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Ratusan anjing pelacak yang dilatih AS itu dipasok negeri Paman Sam sebagai bagian dari program perang melawan terorisme.

Amerika Serikat mengumumkan larangan sementara pengiriman anjing itu hari Senin (23/12/2019). Pejabat Deplu AS tersebut mengatakan kebijakan itu diambil guna menghindari kematian lebih lanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anjing-anjing tersebut “memainkan peran penting dalam upaya-upaya kontraterorisme kami di luar negeri dan dalam menyelamatkan nyawa warga Amerika,” kata pejabat itu.

Dia menambahkan bahwa anjing-anjing yang sudah dikirim ke Yordania dan Mesir masih akan ditempatkan di sana untuk sementara waktu.

Laporan yang disusun oleh Kantor Inspektur Jenderal Deplu AS itu mengatakan satu anjing mati di Yordania pada tahun 2017 karena hiperthermia (kepanasan). Dua ekor anjing lain dipulangkan ke AS dalam kondisi sakit parah.

Aparat AS terpaksa mematikan salah satu anjing dan harus memberikan makanan bergizi anjing-anjing lain untuk memulihkan kesehatannya sebab kondisi mereka sangat kurus. Semua anjing merupakan jenis Belgian Malinois.

Laporan lanjutan awal bulan ini menyebutkan dua anjing lain yang dikirim ke Yordania mati karena “penyebab tidak alami”: satu karena kepanasan dan satunya mati karena pestisida yang disemprotkan polisi, lapor kantor berita AFP.

Yordania merupakan negara yang paling banyak menerima pasokan anjing pelacak yang dilatih Amerika Serikat. Hampir 100 ekor anjing pelacak dikirim ke negara kerajaan di kawasan Timur Tengah itu.

Laporan itu juga menyebutkan tiga dari 10 anjing yang dikirim ke Mesir mati karena kanker paru-paru, kantung empedu pecah dan kepanasan antara tahun 2018 dan 2019.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatanjing pelacakMesiryordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tesla Dapat Utang China Bangun Pabrik di Shanghai
Tulisan selanjutnya Masyarakat Aceh dan Keturunan Tionghoa Aksi Bela Muslim Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?