Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Dokter Senior Prancis Mundur karena Kondisi Tempat Kerja Buruk

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Februari 2020 21:02 9:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Februari 2020 21:02
Bagikan
Dokter wanita di depan sebuah rumah sakit di Seine Saint-Denis, sebelah utara ibu kota Paris, Prancis.
Bagikan

Hidayatullah.com—Delapan puluh dokter senior yang bertugas di daerah tertinggal dekat ibu kota Paris mengajukan pengunduran diri, karena kondisi tempat bekerjanya buruk.

Para dokter itu, yang ditugaskan di Seine Saint-Denis, salah satu wilayah departemen di Prancis yang paling miskin, dalam konferensi pers mengatakan bahwa mereka tidak dapat merawat pasien secara layak dan tidak ada jumlah perawat dan staf pendukung yang memadai.

“Bagaimana Anda menjustifikasi seorang perawat –yang melewati pendidikan sekurangnya tiga tahun, yang tetap bekerja di ahir pekan dan di jam-jam sulit, berurusan dengan begitu banyak kesakitan dan penderitaan – hanya digaji sedikit di atas upah minimum?” tanya Dr. Yacine Tandjaoui-Lambiotte, yang bekerja di unit gawat darurat di Rumah Sakit Avicenne di Bogbiny, Sein Saint-Denis. “Bahkan di Polandia dan Slovakia, mereka (tenaga medis, red) digaji lebih dari itu,” imbuhnya. “Rumah-rumah sakit umum perlu suntikan dana, uang yang banyak,” tegasnya.

Dr. Noel Pommepuy, psikiater anak di rumah sakit jiwa terbesar kedua di Prancis, Ville Avrard, mengatakan bahwa ada kasus-kasus di mana pasien terpaksa ditempatkan dalam ruang isolasi hanya karena rumah sakit kekurangan perawat. “Sungguh sangat tercela,” ujarnya, seperti dikutip RFI Jumat (7/2/2020).

“Kami kelelahan secara fisik maupun psikis, kami merasa seperti menjalankan tugas dengan buruk dan tergesa-gesa,” imbuh seorang dokter lain.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Kesehatan Agnez Buzyn mengatakan akan bertemu dengan perwakilan para dokter pertengahan bulan Maret, guna mengetahui apa saja kebijakan yang perlu diambil.

Namun, para dokter justru menuntut untuk bertemu dengan Perdana Menteri Édouard Philippe atau Presiden Emmanuel Macron.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kongres Liga Parlemen Dunia di Malaysia Sikapi “Kesepakatan Abad Ini” AS
Tulisan selanjutnya Pemimpin Arab dan Masalah Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?