Hidayatullah.com- Wabah virus corona baru (COVID-19) menghampiri acara Jamaah Tabligh di Masjid Seri Petaling, Malaysia. Dalam pertemuan yang digelar dari 28 Februari hingga 1 Maret ada anggota jamaah terinfeksi virus.
Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Adham Baba mengatakan sejauh ini tiga kasus positif COVID-19 terkait dengan upacara keagamaan. Masing-masing di Kuantan, Tawau dan Brunei. Akibat wabah ini, Malaysia akan menutup beberapa masjid untuk melakukan disinfeksi.
“Masjid akan ditutup untuk pembersihan dan disinfeksi,” katanya pada konferensi pers setelah mengunjungi Rumah Sakit Sungai Buloh. Rumah sakit ini didedikasikan untuk mengobati penyakit menular.
Baca: Siswa Muslim Sidoarjo Buat Cairan Pencuci Tangan ‘Anti-Corona’
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah membenarkan seorang warga lanjut usia terinfeksi virus corona 2019 (COVID-19) setelah menghadiri pertemuan keagamaan yang diadakan di Masjid Petaling.
Lansia tersebut merupakan korban ke-131 yang terdeteksi oleh Kementerian Kesehatan. Ia mulai mengalami gejala demam, batuk dan pilek pada 4 Maret.
Diperkirakan lebih dari 10.000 orang ambil bagian dalam ijtima’ yang digelar Jamaah Tabligh di Masjid Seri Petaling yang dihadiri dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya adalah jamaah asal Malaysia.
Baca: Prof Din: Sudah Waktunya Indonesia Menyatakan Darurat Wabah Corona
Dr Adham mengatakan bahwa dengan perkembangan tersebut, ia telah mengimbau mereka yang menghadiri acara tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di 57 rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta. Kehadiran mereka untuk mendiagnosis agar wabah tersebut mudah dipantau. Sebelumnya, kasus ke-26 dilaporkan sebagai kelompok baru yang melibatkan gelombang kedua infeksi di negara tersebut.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malaysia menyebut ada lebih dari 5.000 anggota jamaah tabligh Malaysia terlibat dalam ijtima’ di Masjid Sri Petaling.*