Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peran Muslim Inggris Bantu Atasi Krisis Covid-19

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 April 2020 08:17 8:17 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 April 2020 08:17
Bagikan
Areema Nasreen, Salah satu perawat Muslim yang gugur di Inggris dalam perannya mengatasi Covid-19
Bagikan

Hidayatullah.com | DARI memproduksi alat pelindung untuk petugas kesehatan dan mendonasikan makanan untuk masyarakat yang rentan, hingga membantu para keluarga membayar biaya pemakaman dan bahkan mendirikan kamar mayat sementara, umat Islam di Britania Raya meningkatkan upaya untuk membantu mereka yang membutuhkan selama krisis Covid-19.

Pandemi Covid-19 sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 13.000 kematian dan membuat 88.000 orang terinfeksi positif di Inggris.

Ketika percakapan nasional berfokus pada kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para staf kesehatan, dengan meningkatnya jumlah dokter dan perawat yang meninggal setelah terinfeksi COVID-19, Masjid Green Lane di Small Heath, Birmingham, terlibat dalam proyek yang diluncurkan oleh Loft 25, sebuah brand furnitur dan taman, dengan menyediakan 350 relawan yang telah memproduksi APD.

Di masjid itu sendiri telah disediakan fasilitas penyimpanan mayat yang dapat menampung hingga 36 mayat untuk membantu mengakomodasi para korban yang menunggu untuk dimakamkan.

Kamran Hussain, kepala Pusat Komunitas dan Masjid Green Lane, mengatakan kepada Al Jazeera: “Kami mendapat kontak langsung dari keluarga untuk menjemput orang-orang terkasih mereka dari kamar mayat dan mengatur layanan penguburan. Sejalan dengan langkah-langkah perlindungan dan kebijakan kesehatan, kami telah sepakat dengan para imam untuk tidak memandikan mereka yang meninggal, karena keselamatan para sukarelawan dan keluarga mereka. ”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Atas saran dari Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial dan Kesehatan Masyarakat Inggris, “Kami memutuskan bahwa akan ada resiko yang signifikan jika para relawan memandikan jasad, dan kami tidak akan menempatkan relawan atau staf kami dalam resiko apapun,” kata Hussain.

Masjid Green Lane didukung oleh banyak organisasi termasuk Morrisons, Macmillan dan Ummah Welfare Trust.

Bersama-sama, mereka juga melakukan layanan pengiriman bantuan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

“Komunitas Muslim benar-benar terus meningkatkan upaya mereka untuk membantu dalam situasi pandemi dan akan terus melakukannya pada saat dibutuhkan,” kata Hussain.

Sementara itu, Muslim Hands, sebuah badan amal yang berbasis di Inggris, telah mengatur permohonan untuk mengirimkan ribuan makanan gratis dan meluncurkan hotline multibahasa untuk para lansia yang melakukan isolasi mandiri.

Tidak hanya melakukannya melalui organisasi, beberapa individu juga melakukan inisiatif di komunitas lokal mereka.

Selama tahap awal epidemi, contohnya, Asiyah Javed dan suaminya Jawad, pasangan Muslim Skotlandia, mendonasikan sabun cuci tangan kepada pelanggan lansia di toko bahan makanan mereka. Mereka juga membagikan ratusan paket bahan makanan kepada orang-orang yang rentan di rumah.

Muslim Inggris juga dengan cepat membantu para keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai di tengah krisis, seringkali dengan membuat laman penggalangan dana untuk membantu biaya pemakaman atau untuk keluarga.

Setelah Ismail Mohamed yang berumur 13 tahun meninggal baru-baru ini di rumah sakit di London, masyarakat Muslim berkontribusi menggalang dana yang saat ini mencapai 71.600 pounds (1,4 Milyar rupiah) – melebihi target awal 4.000 pounds untuk membayar biaya penguburan.

Diperkirakan ada sekitar 3,4 juta Muslim di Inggris.

“Dalam masa pandemi Covid-19, kami telah menyaksikan pekerjaan luar biasa di komunitas-komunitas Muslim, dari menyediakan tempat di masjid dengan mendirikan fasilitas untuk mengurangi beban pelayanan kesehatan nasional hingga inisiatif di masyarakat dengan mendukung mereka yang membutuhkan dan rentan,” seorang juru bicara dari Dewan Muslim Britania mengatakan pada Al Jazeera.

“Sangat menyenangkan melihat begitu banyak komunitas Muslim memainkan peran mereka dalam upaya nasional untuk melawan COVID-19 dan saling mendukung.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:\covid-19inggrisMuslimPeran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen MUI Serukan Aksi Bantu Tetangga Miskin Terdampak Covid-19
Tulisan selanjutnya Antara Virus Wuhan dan Wahn: Mana Lebih Berbahaya?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?